Chef Vindy Lee, dari Politik Beralih ke Dapur Halaman all - Kompas.com

Chef Vindy Lee, dari Politik Beralih ke Dapur

Iwan Supriyatna
Kompas.com - 29/08/2017, 19:23 WIB
Vindy Lee saat sesi foto di Pacific Place, Jakarta Selatan, Selasa (29/8/2017). Sebelum menjadi chef terkenal Vindy Lee tinggal di Amerika Serikat, California selama 9 tahun, ia bekerja di berbagai restoran yang menyajikan makanan dari berbagai macam negara.KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Vindy Lee saat sesi foto di Pacific Place, Jakarta Selatan, Selasa (29/8/2017). Sebelum menjadi chef terkenal Vindy Lee tinggal di Amerika Serikat, California selama 9 tahun, ia bekerja di berbagai restoran yang menyajikan makanan dari berbagai macam negara.

KOMPAS.com - Waktu menunjukan pukul 10.30 WIB, namun cuaca di Jakarta sudah gerah dan panas seperti tengah hari. Hari ini Kompas Lifestyle punya janji dengan Chef Vindy Lee di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, yang terletak di kawasan SCBD Jakarta.

Di hotel bintang lima tersebut Kompas Lifestyle akan bertemu dengan chef seksi dengan kemahiran memasak menu makanan sehat. Setiba di sana, Chef Vindy Lee melalui asistennya menginformasikan bahwa dirinya harus bersolek terlebih dahulu.

Pukul 11.30 WIB, akhirnya Kompas Lifestyle dipersilahkan untuk menuju kamar yang telah disiapkan oleh Chef Vindy. Dan penantian itu tidak sia-sia saat bertemu dengan Chef Vindy yang mengenakan busana atasan berwarna hijau dan bawahan berwarna gold. Tampilannya menyegarkan, kontras dengan cuaca panas di luar sana.

Tampilan Chef Vindy membuat KompasLifestyle ingin mengabadikan sosok cantik ini terlebih dahulu. Bergaya dengan tangannya yang lihai memegang peralatan dapur, Chef Vindy tampak santai dan sesekali tertawa melihat hasil jepretan fotografer Kompas Lifestyle.

Vindy Lee saat sesi foto di Pacific Place, Jakarta Selatan, Selasa (29/8/2017). Sebelum menjadi chef terkenal Vindy Lee tinggal di Amerika Serikat, California selama 9 tahun, ia bekerja di berbagai restoran yang menyajikan makanan dari berbagai macam negara.KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Vindy Lee saat sesi foto di Pacific Place, Jakarta Selatan, Selasa (29/8/2017). Sebelum menjadi chef terkenal Vindy Lee tinggal di Amerika Serikat, California selama 9 tahun, ia bekerja di berbagai restoran yang menyajikan makanan dari berbagai macam negara.
Sesi foto sempat dilanjutkan ke area swimming pool yang terdapat di lantai 8 sambil berbincang-bincang soal kiprah chef satu ini di bidang kuliner.

Dari sang nenek

Sambil duduk di pinggir kolam renang, Chef Vindy mengaku bahwa dirinya tertarik untuk belajar memasak berkat inspirasi dari sang nenek yang bernama Lianny.

Menurut wanita kelahiran November 35 tahun lalu ini, neneknya yang kini berusia 93 tahun selalu terlihat santai dan bahagia ketika memasak, dan hasil masakannya pun enak di lidah. Dari situ Chef Vindy yang saat itu berusia 7 tahun mulai belajar meniru apa yang dilakukan sang nenek.

"Mulai umur 7 tahun sudah masak, saya suka masakan tradisional. Karena saya lihat nenek saya di dapur, dan tertarik melihat nenek saya memasak dengan hati dan penuh cinta. Itu membuat saya sangat suka makan dan sangat suka masak," kata Chef Vindy.

Vindy Lee saat sesi foto di Pacific Place, Jakarta Selatan, Selasa (29/8/2017). Sebelum menjadi chef terkenal Vindy Lee tinggal di Amerika Serikat, California selama 9 tahun, ia bekerja di berbagai restoran yang menyajikan makanan dari berbagai macam negara.KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Vindy Lee saat sesi foto di Pacific Place, Jakarta Selatan, Selasa (29/8/2017). Sebelum menjadi chef terkenal Vindy Lee tinggal di Amerika Serikat, California selama 9 tahun, ia bekerja di berbagai restoran yang menyajikan makanan dari berbagai macam negara.
Masa kecil Chef Vindy dihabiskan di Singapura bersama sang nenek, sementara kedua orang tuanya menetap di Jakarta. Ketika beranjak dewasa, Chef Vindy memutuskan untuk kuliah ke Southern California pada tahun 1999.

Kala itu Chef Vindy Lee mengambil jurusan politik internasional. Singkat cerita, setelah menyelesaikan masa belajarnya, Chef Vindy pun bekerja pada sebuah perusahaan yang bergerak di bidang event organizer yang menggelar acara-acara berbau politik.

Namun pekerjaan itu tidak memberinya kebahagiaan. Justru dirinya merasa nyaman ketika memasak. Dengan tekad bulat, akhirnya Chef Vindy menanggalkan background politiknya untuk sepenuhnya terjun ke dunia masak-memasak.

"Setiap kerja yang berkaitan politik kok pikiran saya ke masak terus. Sementara hidup kita kan hanya sekali, ya sudah saya keluar meninggalkan semua background politik," ucapnya.

Akhirnya, pada 2004 Chef Vindy memutuskan untuk bekerja di sebuah restoran Perancis bernama Champagne di Beverly Hills California, Amerika Serikat. Di restoran itu Chef Vindy bertugas sebagai pemotong sayur yang dibayar 7 Dollar 50 Sen untuk satu jam kerja.

Vindy Lee saat sesi foto di Pacific Place, Jakarta Selatan, Selasa (29/8/2017). Sebelum menjadi chef terkenal Vindy Lee tinggal di Amerika Serikat, California selama 9 tahun, ia bekerja di berbagai restoran yang menyajikan makanan dari berbagai macam negara.KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Vindy Lee saat sesi foto di Pacific Place, Jakarta Selatan, Selasa (29/8/2017). Sebelum menjadi chef terkenal Vindy Lee tinggal di Amerika Serikat, California selama 9 tahun, ia bekerja di berbagai restoran yang menyajikan makanan dari berbagai macam negara.
Sadar bahwa pendapatannya dari restoran tersebut tidak mencukupi untuk membiayai hidupnya, Chef Vindy pun nyampi bekerja di sebuah cafe yang letaknya tidak terlalu jauh dengan restoran tempatnya bekerja. Di cafe itu Chef Vindy bertugas sebagai waiters. Di situ Chef Vindy mendapat banyak uang dari tips yang diberikan pengunjung kepadanya.

Berselang satu tahun, Chef Vindy pindah ke restoran Italia. Di restoran tersebut, Chef Vindy sempat menjabat sebagai manager restoran. Selama bekerja di restoran, Chef Vindy diam-diam memperhatikan mengapa kebanyakan orang di Amerika memiliki bobot badan yang besar-besar.

Rupanya, kebiasaan masyarakat Amerika yang kerap mengkonsumsi makanan cepat saji dan tidak banyak melakukan olah raga adalah penyebab banyaknya penderita obesitas di Amerika.

"Ini sangat penting kenapa saya memilih makanan sehat, saya lihat kok di Amerika banyak orang gemuk dan penderita kanker serta obesitas paling banyak di Amerika, kenapa? Saya analisis makanan dan kehidupannya bagaimana," tutur Chef Vindy.

Chef Vindy memiliki filosofi, bila sebuah kendaraan memiki bahan bakar yang tidak bagus maka akan berpengaruh pada mesinnya dan efeknya akan mudah rusak. Sebaliknya, jika bahan bakarnya bagus, maka kendaraan pun akan berjalan dengan mulus dan tidak cepat rusak.

Menemukan cinta pada masakan

Dari situ Chef Vindy mulai serius untuk mengembangkan makanan-makanan sehat seperti memperbanyak menu buah-buahan dan sayur-sayuran.

Vindy Lee saat sesi foto di Pacific Place, Jakarta Selatan, Selasa (29/8/2017). Sebelum menjadi chef terkenal Vindy Lee tinggal di Amerika Serikat, California selama 9 tahun, ia bekerja di berbagai restoran yang menyajikan makanan dari berbagai macam negara.KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Vindy Lee saat sesi foto di Pacific Place, Jakarta Selatan, Selasa (29/8/2017). Sebelum menjadi chef terkenal Vindy Lee tinggal di Amerika Serikat, California selama 9 tahun, ia bekerja di berbagai restoran yang menyajikan makanan dari berbagai macam negara.
"Di Asia orang rata-rata lebih sehat lebih segar, pasti pengaruh makanan, karena makan berpengaruh ke kesehatan itu 80 persen, olahraga dan lainnya hanya 20 persen itu ada studynya," terangnya.

Setelah memahami dan mengendapkan pemahaman tersebut, pada 2008 Chef Vindy memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan menjadi personal chef yang bisa mengajari Anda memasak bahkan bersedia memasak untuk acara-acara pesta.

"Di Amerika saya sendirian. Sendiri itu tidak enak. Makanya saya pulang ke Indonesia, saya kangen keluarga dan saya cinta Indonesia," tutur Vindy sambil tersenyum.

Kini Chef Vindy dikenal lewat menu-menu sehatnya. Ia percaya makanan yang disajikan dengan bahan-bahan yang sehat --juga dengan hati dan penuh cinta seperti kata neneknya-- membuat mereka yang menyantapnya ikut menjadi sehat dan gembira.

Page:
PenulisIwan Supriyatna
EditorWisnubrata
Komentar

Terkini Lainnya

Ini Trik Murah Ala Ratu Elizabeth Atasi 'Jet Lag'

Ini Trik Murah Ala Ratu Elizabeth Atasi "Jet Lag"

Eat Good
Bagaimana Jika Putri-putri Disney Tak Lagi Langsing?

Bagaimana Jika Putri-putri Disney Tak Lagi Langsing?

Look Good
Pahami, Mitos dan Fakta Seputar Kanker Payudara

Pahami, Mitos dan Fakta Seputar Kanker Payudara

Feel Good
Bau Mulut Tak Diatasi? Ini Akibatnya...

Bau Mulut Tak Diatasi? Ini Akibatnya...

Feel Good
Inikah Kota-kota di AS dengan Populasi 'Tukang Selingkuh' Terbesar?

Inikah Kota-kota di AS dengan Populasi "Tukang Selingkuh" Terbesar?

Feel Good
Cuma Perlu 3 Alasan Ini untuk Kembali ke Pelukan 'Mantan'

Cuma Perlu 3 Alasan Ini untuk Kembali ke Pelukan "Mantan"

Feel Good
Jelang Menstruasi, Wanita Jadi Doyan Makan, Kenapa?

Jelang Menstruasi, Wanita Jadi Doyan Makan, Kenapa?

Feel Good
Bahaya Tersembunyi Diet Rendah Karbo

Bahaya Tersembunyi Diet Rendah Karbo

Eat Good
IYC 2017, Kolaborasi Orang Muda untuk Masa Depan

IYC 2017, Kolaborasi Orang Muda untuk Masa Depan

Feel Good
Glenn Fredly Sempat Galau dengan Masa Depan Bermusiknya

Glenn Fredly Sempat Galau dengan Masa Depan Bermusiknya

Feel Good
7 Cara agar Malam Ini Bisa Tidur Lebih Cepat

7 Cara agar Malam Ini Bisa Tidur Lebih Cepat

Feel Good
Tiru Gaya Zendaya Tampil Keren Memakai 'Coat'

Tiru Gaya Zendaya Tampil Keren Memakai "Coat"

Look Good
Konsumsi Susu Anak Indonesia Masih Rendah

Konsumsi Susu Anak Indonesia Masih Rendah

Eat Good
Selalu Cuci Muka dengan Sabun Khusus

Selalu Cuci Muka dengan Sabun Khusus

Look Good
Agar Tak 'Kebobolan' Setelah Melahirkan

Agar Tak "Kebobolan" Setelah Melahirkan

Feel Good
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM