Salin Artikel

Chef Vindy Lee, dari Politik Beralih ke Dapur

Di hotel bintang lima tersebut Kompas Lifestyle akan bertemu dengan chef seksi dengan kemahiran memasak menu makanan sehat. Setiba di sana, Chef Vindy Lee melalui asistennya menginformasikan bahwa dirinya harus bersolek terlebih dahulu.

Pukul 11.30 WIB, akhirnya Kompas Lifestyle dipersilahkan untuk menuju kamar yang telah disiapkan oleh Chef Vindy. Dan penantian itu tidak sia-sia saat bertemu dengan Chef Vindy yang mengenakan busana atasan berwarna hijau dan bawahan berwarna gold. Tampilannya menyegarkan, kontras dengan cuaca panas di luar sana.

Tampilan Chef Vindy membuat KompasLifestyle ingin mengabadikan sosok cantik ini terlebih dahulu. Bergaya dengan tangannya yang lihai memegang peralatan dapur, Chef Vindy tampak santai dan sesekali tertawa melihat hasil jepretan fotografer Kompas Lifestyle.

Dari sang nenek

Sambil duduk di pinggir kolam renang, Chef Vindy mengaku bahwa dirinya tertarik untuk belajar memasak berkat inspirasi dari sang nenek yang bernama Lianny.

Menurut wanita kelahiran November 35 tahun lalu ini, neneknya yang kini berusia 93 tahun selalu terlihat santai dan bahagia ketika memasak, dan hasil masakannya pun enak di lidah. Dari situ Chef Vindy yang saat itu berusia 7 tahun mulai belajar meniru apa yang dilakukan sang nenek.

"Mulai umur 7 tahun sudah masak, saya suka masakan tradisional. Karena saya lihat nenek saya di dapur, dan tertarik melihat nenek saya memasak dengan hati dan penuh cinta. Itu membuat saya sangat suka makan dan sangat suka masak," kata Chef Vindy.

Kala itu Chef Vindy Lee mengambil jurusan politik internasional. Singkat cerita, setelah menyelesaikan masa belajarnya, Chef Vindy pun bekerja pada sebuah perusahaan yang bergerak di bidang event organizer yang menggelar acara-acara berbau politik.

Namun pekerjaan itu tidak memberinya kebahagiaan. Justru dirinya merasa nyaman ketika memasak. Dengan tekad bulat, akhirnya Chef Vindy menanggalkan background politiknya untuk sepenuhnya terjun ke dunia masak-memasak.

"Setiap kerja yang berkaitan politik kok pikiran saya ke masak terus. Sementara hidup kita kan hanya sekali, ya sudah saya keluar meninggalkan semua background politik," ucapnya.

Akhirnya, pada 2004 Chef Vindy memutuskan untuk bekerja di sebuah restoran Perancis bernama Champagne di Beverly Hills California, Amerika Serikat. Di restoran itu Chef Vindy bertugas sebagai pemotong sayur yang dibayar 7 Dollar 50 Sen untuk satu jam kerja.

Berselang satu tahun, Chef Vindy pindah ke restoran Italia. Di restoran tersebut, Chef Vindy sempat menjabat sebagai manager restoran. Selama bekerja di restoran, Chef Vindy diam-diam memperhatikan mengapa kebanyakan orang di Amerika memiliki bobot badan yang besar-besar.

Rupanya, kebiasaan masyarakat Amerika yang kerap mengkonsumsi makanan cepat saji dan tidak banyak melakukan olah raga adalah penyebab banyaknya penderita obesitas di Amerika.

"Ini sangat penting kenapa saya memilih makanan sehat, saya lihat kok di Amerika banyak orang gemuk dan penderita kanker serta obesitas paling banyak di Amerika, kenapa? Saya analisis makanan dan kehidupannya bagaimana," tutur Chef Vindy.

Chef Vindy memiliki filosofi, bila sebuah kendaraan memiki bahan bakar yang tidak bagus maka akan berpengaruh pada mesinnya dan efeknya akan mudah rusak. Sebaliknya, jika bahan bakarnya bagus, maka kendaraan pun akan berjalan dengan mulus dan tidak cepat rusak.

Menemukan cinta pada masakan

Dari situ Chef Vindy mulai serius untuk mengembangkan makanan-makanan sehat seperti memperbanyak menu buah-buahan dan sayur-sayuran.

Setelah memahami dan mengendapkan pemahaman tersebut, pada 2008 Chef Vindy memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan menjadi personal chef yang bisa mengajari Anda memasak bahkan bersedia memasak untuk acara-acara pesta.

"Di Amerika saya sendirian. Sendiri itu tidak enak. Makanya saya pulang ke Indonesia, saya kangen keluarga dan saya cinta Indonesia," tutur Vindy sambil tersenyum.

Kini Chef Vindy dikenal lewat menu-menu sehatnya. Ia percaya makanan yang disajikan dengan bahan-bahan yang sehat --juga dengan hati dan penuh cinta seperti kata neneknya-- membuat mereka yang menyantapnya ikut menjadi sehat dan gembira.

https://lifestyle.kompas.com/read/2017/08/29/192359420/chef-vindy-lee-dari-politik-beralih-ke-dapur

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.