Cara Chef Mengatasi Rasa Hambar Masakan di Pesawat - Kompas.com

Cara Chef Mengatasi Rasa Hambar Masakan di Pesawat

Iwan Supriyatna
Kompas.com - 11/08/2017, 08:59 WIB
Menu baru di GarudaKOMPAS.com/Iwan Supriatna Menu baru di Garuda

KOMPAS.com -Mungkin Anda berpikir makanan di pesawat tidak seenak makanan di restoran atau warung. Namun jangan buru-buru menganggap orang yang memasaknya kurang ahli. Apa yang Anda makan di pesawat terasa hambar karena lidah Anda memang sedang tidak peka.

Perlu diketahui, lidah dan indera penciuman seseorang akan mengalami pengurangan fungsi pada ketinggian 30.000 kaki atau sekitar 9 km saat kita terbang. Hal tersebut dibenarkan oleh Executive Chef of Ron Gastobar Indonesia in Amsterdam, Chef Agus Hermawan di sela-sela acara “Launching Campaign Star Chef & Kartu Kredit BNI Mastercard World” di Jakarta.

"Ya benar, memang kalau kita berada di dalam pesawat di ketinggian tertentu, makanan yang kita makan seolah rasanya hambar," kata Chef asal Indonesia yang kini menetap di Amsterdam kepada Kompas Lifestyle, Kamis (10/8/2017).

Untuk mengakali agar makanan yang dimasak tidak memiliki rasa hambar, Chef Agus memiliki cara tersendiri, yakni menambah kadar bumbu sebanyak 20 persen dari biasanya.

"Misal makanan pedas, di darat kita coba dulu rasanya pedas, setelah itu kita tambah lagi 20 persen kadar pedasnya supaya ketika di atas rasanya sesuai dengan lidah, Begitu pun dengan makanan manis, asin dan sebagainya," tutur Agus Hermawan.

Baca: Lupakan Keinginan Bercinta di Toilet Pesawat

Selain Chef Agus, Chef sekaligus pakar kuliner Vindex Tengker pun mengamininya. Serupa dengan Chef Agus, Chef Vindex juga menambah bumbu dan rempah-rempah masakannya yang akan disajikan di atas pesawat.

"Ya, pasti rasanya akan lebih kuat daripada masakan untuk dikonsumsi di darat. Untuk di pesawat penambahan rempah-rempahnya lebih banyak lagi untuk mempertahankan rasa," ujar Chef Vindex Tengker.

Dalam acara ini juga diumumkan bahwa Garuda Indonesia akan menghadirkan signature menu dari 4 “Star Chef” di Business Class pada penerbangan Garuda Indonesia untuk periode 1 September – 31 Desember 2017 mendatang.

PenulisIwan Supriyatna
EditorWisnubrata
Komentar

Terkini Lainnya

Apa Pengaruh Kopi Untuk Hati Anda?

Apa Pengaruh Kopi Untuk Hati Anda?

Eat Good
Kapan Keputihan Dianggap Tidak Normal?

Kapan Keputihan Dianggap Tidak Normal?

Feel Good
Stop Kebiasaan Mengisi Baterai Ponsel di Mobil

Stop Kebiasaan Mengisi Baterai Ponsel di Mobil

Feel Good
Sebaiknya Apel Tak Dimakan Beserta Kulitnya?

Sebaiknya Apel Tak Dimakan Beserta Kulitnya?

Eat Good
5 Hal yang Harus Dihindari Sebelum Berlari

5 Hal yang Harus Dihindari Sebelum Berlari

Feel Good
Haruskah Pakai Conditioner Setelah Keramas?

Haruskah Pakai Conditioner Setelah Keramas?

Look Good
Mengapa Seperti Ada yang Mengawasi? Padahal Kita Sendiri

Mengapa Seperti Ada yang Mengawasi? Padahal Kita Sendiri

Feel Good
10 Sneakers Hitam yang Bisa Menjadi Pilihan

10 Sneakers Hitam yang Bisa Menjadi Pilihan

Look Good
Memilih Kondom yang Sesuai Ukuran Mr. P

Memilih Kondom yang Sesuai Ukuran Mr. P

Feel Good
4 Alasan Mengapa Kita Kadang Perlu Memaki

4 Alasan Mengapa Kita Kadang Perlu Memaki

Feel Good
Agar 'Cheating Days' Tak Merusak Diet

Agar "Cheating Days" Tak Merusak Diet

Eat Good
Mengapa Banyak Atlet Profesional Menghindari Seks?

Mengapa Banyak Atlet Profesional Menghindari Seks?

Feel Good
Benarkah Berenang Bikin Gemuk?

Benarkah Berenang Bikin Gemuk?

Look Good
Belajar dari Choirul Huda, Perlu ada Pelatihan Khusus Cedera Olahraga

Belajar dari Choirul Huda, Perlu ada Pelatihan Khusus Cedera Olahraga

Feel Good
Kandidat yang Tepat untuk Mendapat ASI dari Donor

Kandidat yang Tepat untuk Mendapat ASI dari Donor

Feel Good
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM