Tulisan di "Sweater" Bocah Kulit Hitam Disebut Rasial, H&M Minta Maaf - Kompas.com

Tulisan di "Sweater" Bocah Kulit Hitam Disebut Rasial, H&M Minta Maaf

Kahfi Dirga Cahya
Kompas.com - 09/01/2018, 08:49 WIB
Ritel busana H&M meminta maaf karena mengunggah iklan daring yang menampilkan seorang anak berkulit hitam sebagai model sweater dengan tulisan di dada, ?Coolest Monkey in the Jungle?.REPRO BIDIK LAYAR H&M Ritel busana H&M meminta maaf karena mengunggah iklan daring yang menampilkan seorang anak berkulit hitam sebagai model sweater dengan tulisan di dada, ?Coolest Monkey in the Jungle?.

KOMPAS.com — Ritel busana H&M meminta maaf setelah mengunggah iklan daring yang menampilkan seorang anak berkulit hitam sebagai model sweater dengan tulisan di dada, “Coolest Monkey in the Jungle”.

“Kami dengan tulus meminta maaf karena menyinggung orang dengan gambar sweater ini."

"Gambar tersebut telah dihapus dari semua ritel pembelian daring dan tidak akan dijual di Amerika Serikat,” tulis H&M dalam siaran pers kepada Fox News.

“Kami percaya pada keberagaman dan keberpihakan dalam semua yang kami lakukan. Kami pun akan meninjau ulang kebijakan internal untuk menghindari masalah serupa pada masa mendatang.”

Gelombang kemarahan atas iklan tersebut mencuat pada Minggu waktu setempat setelah pengguna media sosial melihat bahwa situs H&M Inggris mengunggah iklan sweater tersebut.

Baca juga: Perdana, H&M Tampilkan Model Wanita Berhijab 

Ditambah lagi, sweater serupa dengan tulisan berbeda, diiklankan oleh model anak kulit putih.

Warganet mempersoalkan tulisan “survival expert” dan “junior tour guide” pada sweater yang kenakan bocah kulit putih.

Pengguna media sosial di Twitter pun menuduh ritel busana tersebut rasial—bahkan H&M disebut menggaruk keuntungan dari serangan publik dalam kasus ini.

Di sisi lain, ada beberapa orang yang menyuarakan pembelaan. Mereka mengaku yakin, orang yang marah hanya mencari-cari alasan untuk "tersinggung".

"Saat pertama kali melihat iklan itu, saya hanya merasa hoodie itu bagus. Saya sungguh tidak keberatan dengan sosok yang mengenakannya," tulis warganet Aaron JJ Sam di akun Twitter-nya.

Sementara itu, beberapa yang lain menuduh orang-orang yang tersinggung tersebut membaca pesan di sweater  tersebut secara keliru ataupun H&M melakukannya tanpa intensi tertentu.

"Dalam banyak kesempatan, H&M telah menunjukkan betapa mereka menjunjung keberagaman."

"Karena bekerja sama dengan H&M, saya bisa menjamin mereka sebagai perusahaan yang fair. Saya pikir bagian ' monyet' itu memang benar-benar ceroboh, tapi itu dilakukan dengan 'polos'."

Demikian pendapat warganet bernama Jo juga melalui akun Twitter-nya.

Kemarahan atas iklan H&M sebenarnya sempat terjadi pada beberapa merek besar beberapa waktu lalu.

Baca juga: Iklan Sabun Dinilai Rasial, Dove Minta Maaf

Pada awal Oktober, Dove meminta maaf karena “missing the mark”—sebuah iklan sabun mandi di Facebook yang menunjukkan seorang perempuan kulit hitam melepaskan bagian atas bajunya dan menyingkap perempuan kulit putih di dalamnya.

Kemudian, Nivea juga dituduh mengumandangkan pesan rasial setelah mempromosikan produk kecantikan untuk "visibly fairer skin" di beberapa negara Afrika.

Baca juga: Dianggap Rasial, Nivea Tarik Iklan Deodoran

PenulisKahfi Dirga Cahya
EditorGlori K. Wadrianto
Komentar
Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM