Salin Artikel

Nike Diterpa Isu Rasialisme lewat Akun Instagram Anonim

KOMPAS.com - Label Nike tengah dilanda masalah. Perusahaan sepatu ternama dunia itu telah dituding bertindak rasial terhadap para karyawannya.

Satu akun Instagram menyoroti pengalaman karyawan dan mantan karyawan Nike dengan rasialisme, menurut pencipta akun.

Akun bernama @blackatnike tersebut telah memperoleh lebih dari 7.500 followers sejak unggahan pertama pada 24 Juni.

Menurut uraiannya, tujuan akun ini dibuat adalah untuk memperkuat "suara kulit hitam dari karyawan dan mantan karyawan Nike" dengan mendorong orang mengirimkan cerita melalui formulir Google.

"Terlepas dari persekutuan performatif yang Nike bagikan secara publik dengan dunia, karyawan berkulit hitam mereka (saat ini dan mantan karyawan) hancur," tulis perwakilan Black at Nike dalam sebuah pernyataan kepada Business Insider.

"Banyak yang menderita dalam kesunyian. Banyak yang di-PHK karena pembalasan. Banyak yang harus tutup mulut dan bekerja, karena takut tidak dapat berkembang dalam sistem perusahaan. Akun ini akhirnya memberi orang kesempatan bersuara dan berbagi kisah mereka."

Perwakilan Black at Nike juga menggambarkan sosok di balik akun itu sebagai "penjaga bagi orang-orang" dan mengatakan bahwa gerakan tersebut tidak hanya digawangi oleh satu orang.

Unggahan anonim di akun @blackatnike saat ini berjumlah lebih dari 70, termasuk cerita dari berbagai karyawan Nike di divisi ritel dan korporat.

"Selama bertahun-tahun, WOC di Nike tidak dihargai oleh para pemimpin kulit putih di posisi kekuasaan," demikian satu unggahan dari seminggu yang lalu.

"Sebagai seorang WOC yang bekerja di Nike Sports Marketing, saya mengalami serangan mikro, rasa tidak hormat, dan pembalasan karena angkat bicara."

Dalam sebuah pernyataan kepada Business Insider, seorang juru bicara Nike mengatakan, semua karyawan diharapkan mengikuti kebijakan perusahaan "Matter of Respect".

Kebijakan ini melarang diskriminasi berdasarkan ras, dan menambahkan karyawan dapat menggunakan portal "Speak Up" untuk melaporkan masalah apa pun secara anonim, jika mereka ingin.

"Kami mendesak setiap karyawan untuk berbicara jika seorang karyawan mengalami sesuatu yang tidak selaras dengan nilai-nilai dan kebijakan Nike," kata juru bicara Nike dalam sebuah pernyataan.


Juru bicara Nike menambahkan, saat ini Nike fokus pada peningkatan representasi di seluruh perusahaan, mendukung upaya pengembangan profesional karyawan, memprioritaskan inklusi dan kepemilikan, serta meningkatkan pendidikan untuk inklusivitas.

"Kami dalam kondisi terbaik ketika setiap anggota tim merasa dihargai, diikutsertakan, dan didengar, saat setiap orang dapat tampil sepenuhnya sebagai diri mereka dan memiliki kesempatan untuk melakukan pekerjaan terbaik setiap hari."

Black at Nike adalah salah satu dari banyak laman serupa yang muncul di Instagram beberapa minggu terakhir.

Black at Amazon, LGBT at Nike, dan Black at NYU Law, semua tampak beroperasi dengan cara yang sama, mengumpulkan cerita-cerita diskriminasi melalui bentuk-bentuk anonim.

Sebagai dampak dari pembunuhan George Floyd dan protes yang menyebar di seluruh Amerika, dunia olahraga, dan sneaker dipaksa menghadapi dan mengatasi masalah-masalah internal terkait representasi kulit hitam.

Merek seperti Adidas, Nike, dan Under Armor mengakui masalah di semua perusahaan dengan inklusi dan keragaman.

Dalam memo 5 Juni kepada karyawan, CEO Nike John Donahoe mengatakan, raksasa sportstwear itu harus "menata rumahnya sendiri", seperti dilaporkan CNBC.

Beberapa upaya keanekaragaman Nike membuahkan hasil. Perusahaan meningkatkan perwakilan level VP sebesar dua poin persentase pada tahun lalu menjadi 21 persen.

Perusahaan juga baru-baru ini menjanjikan 140 juta dollar AS untuk mendukung Black community dan mengakui Juneteenth sebagai hari libur perusahaan.

"Nike tidak bisa lagi menutup mata terhadap rasialisme yang terjadi di depan mata mereka, setiap hari di WHQ di Beaverton, Oregon, dan di toko-toko mereka di seluruh dunia," kata perwakilan Black at Nike dalam sebuah pernyataan.

"Ketika karyawan melaporkan pengalaman ini, perusahaan perlu mendengarkan dan bereaksi."

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/07/15/162143120/nike-diterpa-isu-rasialisme-lewat-akun-instagram-anonim

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.