Salin Artikel

7 Penyebab Rambut Rontok dan Cara Mengatasinya

KOMPAS.com - Normalnya, kita akan kehilangan sekitar 50 hingga 100 helai rambut per hari.

Tetapi, jika rambut yang rontok membentuk gumpalan yang lebih besar dan menyisakan banyak rambut di sisir, mungkin rambut rontokmu harus diperhatikan.

Untuk mengatasinya, sebaiknya kamu harus tahu alasan mengapa rambutmu rontok.

Berikut adalah tujuh penyebab rambut rontok:

1. Kurang asupan protein

Jika rambutmu rontok, ada baiknya kamu menambah asupan protein setiap kali makan.

Pasalnya, protein bertugas merangsang pertumbuhan rambut, sehingga, saat kamu kekurangan protein, tubuh mungkin menghentikan pertumbuhan rambut dan hal ini bisa membuat rambut rontok, demikian menurut American Academy of Dermatology.

Menurut Departemen Pertanian A.S. Neva Cochran, RD, ahli diet terdaftar di Dallas, Texas, wanita harus mendapatkan setidaknya 46 gram protein per hari.

Mereka juga merekomendasikan agar asupan protein berasal dari berbagai sumber makanan, bukan hanya daging.

Menambahkan setengah cangkir kacang-kacangan ke menu makan malam akan memberimu tambahan 11 gram protein.

2. Kurang zat besi

Bagi vegetarian, atau orang yang mencoba membatasi asupan daging, kekurangan zat besi adalah masalah nyata, dan diet yang kurang zat besi dapat menyebabkan rambut rontok.

Menurut National Institutes of Health, wanita berusia antara 19 hingga 50 tahun harus mendapatkan 18 mg zat besi per hari, dan wanita 51 tahun lebih, harus mendapatkan 8 mg per hari.

Untuk memenuhi asupan zat besi, jangan buru-buru mencari suplemen. Cochran tidak menyarankan untuk mengonsumsi suplemen zat besi tanpa terbukti kekurangan zat besi yang didiagnosis oleh dokter.

Sebagai gantinya, tambahkan makanan kaya zat besi ke dalam pola makanmu. Makanan tersebut antara lain ubi jalar, kedelai, labu, lentil, dan bayam.

3. Stres tinggi

Situasi yang membuatmu merasa stres, misalnya pekerjaan yang menumpuk, kehilangan orang yang dicintai atau diagnosis dokter yang mengancam dapat memicu rambut rontok, bahkan berminggu-minggu setelah kejadian pemicu terjadi.

“Stres ekstrem dapat menyebabkan rambut rontok enam minggu hingga tiga bulan setelah peristiwa stres,” kata Elizabeth B. Houshmand, MD, seorang dokter kulit bersertifikat di Dallas, Texas.

Kabar baiknya adalah bahwa sebagian besar rambut akan tumbuh kembali secara normal setelah stres berkurang, meskipun mungkin memerlukan waktu hingga satu tahun.


4. Menata rambut dengan pemanas

Menggunakan alat pemanas untuk menata rambut seperti hair dryer, catok atau pengeriting rambut juga menjadi faktor rontoknya rambut.

Belum lagi tambahan bahan kimia yang biasa kita pakai agar tatanan rambut bisa bertahan lebih lama, yang bila digunakan dalam jangka panjang juga bisa memengaruhi kesehatan rambut.

"Panas sangat tinggi dari blow dryer dan sejenisnya dapat menyebabkan kerusakan," kata Dr. Houshmand.

Menarik rambut dengan alat penata rambut akan memberi tekanan pada folat, dan bisa menyebabkan rambut rontok.

Sebaliknya, cobalah mengeringkan rambut dan jangan pernah menggunakan alat panas pada rambut basah.

5. Baru saja melahirkan

Tubuh akan mengalami banyak perubahan selama kehamilan. Yang paling penting, kadar estrogen yang berubah, menyebabkan rambut tidak rontok selama sembilan bulan wanita mengandung.

Tetapi begitu melahirkan, ibu mulai kehilangan semua rambut yang seharusnya hilang selama kehamilan, menurut American Pregnancy Association.

Ditambah lagi, stres yang dialami oleh ibu baru yang dapat berkontribusi pada kerontokan rambut.

Sayangnya, tidak ada solusi cepat untuk jenis rambut rontok seperti ini. Kamu hanya perlu tahu bahwa pada akhirnya rambut akan tumbuh kembali.

6. Memiliki masalah tiroid

Tiroid bertanggung jawab untuk membantu mengatur fungsi tubuh yang penting seperti siklus menstruasi, detak jantung, dan suhu tubuh.

Masalah dengan kelenjar vital ini dapat memengaruhi banyak aspek kesehatan, termasuk rambut, menurut Dr. Houshmand.

Jika kamu mengalami kerontokan rambut yang tidak normal, bicarakan dengan dokter untuk memeriksa tiroid. Hak ini dilakukan untuk memeriksa apakah sudah terlalu aktif atau kurang aktif.

7. Mengonsumsi obat-obatan

Menurut Dr. Houshmand, obat-obatan tertentu, termasuk obat tekanan darah, dapat menyebabkan rambut rontok.

Untuk mengetahui apakah pil harianmu menyebabkan rambut rontok, baca peringatan pada label obat.

Tetapi jangan menghentikan pengobatan apa pun tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

https://lifestyle.kompas.com/read/2020/08/07/233340320/7-penyebab-rambut-rontok-dan-cara-mengatasinya

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.