Salin Artikel

Sulit Membuang Barang Kenangan? Ada Triknya

KOMPAS.com - Melihat kondisi rumah yang berantakan bisa membuat kita jengkel, padahal kita sudah berusaha merapikan rumah sebaik mungkin.

Barang-barang yang tidak penting sudah dibuang, bahkan kita membatasi anggaran belanja untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Lalu, mengapa rumah masih tampak "kacau"?

Penelitian yang dilakukan para peneliti di Fisher College of Business di Ohio State University menemukan alasan di balik kondisi rumah yang berantakan.

Menurut penelitian tersebut, banyak orang sulit melepaskan barang-barang yang pernah menjadi bagian hidup mereka, kendati barang itu tidak dipakai lagi.

Oleh karena itu, memotret barang-barang yang memiliki nilai historis atau "sejarah" namun sudah tidak terpakai bisa menjadi solusi agar seseorang tidak merasa kehilangan jika barang tersebut akhirnya dibuang.

"Apa yang orang benar-benar tidak ingin merasa kehilangan adalah kenangan yang terkait dengan barang."

Begitu penjelasan co-author studi dan profesor pemasaran Rebecca Reczek, seperti dikutip EurekAlert!.

"Kami melihat orang-orang lebih rela menyerahkan harta benda mereka jika kami menawarkan cara untuk menjaga memori dan identitas barang yang terkait memori itu."

Banyak barang di rumah yang tidak ingin dibuang, namun pada dasarnya kita menyadari jika kita tidak akan pernah menggunakan barang itu lagi.

Contohnya, mainan mobil-mobilan atau boneka saat kita masih kecil, hasil karya menggambar yang kita buat di bangku sekolah dasar, dan lain sebagainya.

Co-author studi Karen Winterich, profesor pemasaran di Pennsylvania State University, mengatakan ia melakukan penelitian itu setelah menyadari bahwa dia menyimpan celana pendek basket yang sudah usang.

"Hanya karena itu (celana basket) mengingatkan saya pernah mengalahkan tim basket saingan utama di sekolah menengah pertama."

"Saya tidak ingin celana pendeknya, saya ingin memori tentang memenangkan pertandingan itu, dan itulah yang saya pikirkan ketika melihat celana pendek itu," jelasnya.

"Sebenarnya sebuah foto dapat dengan mudah menandai memori itu untuk saya, dan saya bisa menyumbangkan celana pendek basket agar orang lain dapat memakainya."

Dari pengalaman Winterich itulah, tim peneliti melakukan survei terhadap 797 mahasiswa Pennsylvania State University yang tinggal di enam asrama kampus.

Pada akhir semester musim gugur, peneliti mengiklankan program donasi sebelum masa liburan mahasiswa.

Ada dua kampanye berbeda, dan sebanyak 797 siswa mengikuti kedua kampanye tersebut.

Dalam kampanye pertama yang berupa pelestarian memori, terdapat tanda di kamar mandi asrama yang berbunyi "jangan menyimpan barang sentimental Anda. Simpan saja fotonya, lalu barangnya disumbangkan."

Sedangkan kampanye kedua adalah kampanye kontrol, di mana sebuah selebaran dicetak untuk mengingatkan mahasiswa. Pesannya adalah "jangan menyimpan barang sentimental Anda. Kumpulkan barangnya, lalu donasikan."

Ketika barang yang disumbangkan dihitung, para peneliti menemukan sebanyak 613 barang disumbangkan di ruang khusus kampanye pelestarian memori.

Sementara itu, jumlah barang sumbangan yang dikumpulkan di ruang khusus kampanye kontrol lebih sedikit, hanya 533 barang.

Penelitian ini dipublikasikan ke dalam Journal of Marketing.

Reczek beranggapan, hasil penelitian itu menunjukkan bahwa menghentikan kebiasaan menyimpan barang-barang lama yang memiliki nilai sentimental atau kenangan sebenarnya bisa dilakukan.

"Tidak terlalu mengejutkan bahwa kita dapat menjaga kenangan yang sama tetap hidup hanya dengan mengambil foto barang, tetapi ini bukanlah kebiasaan sehari-hari."

"Mengambil foto barang kenangan adalah sesuatu yang harus kita latih sendiri," kata Reczek.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/02/02/192258320/sulit-membuang-barang-kenangan-ada-triknya

Rekomendasi untuk anda
FEEL GOOD
"Slow Living"
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7 Kiat Menjaga Kesehatan Ginjal

7 Kiat Menjaga Kesehatan Ginjal

Feel Good
15 Makanan yang Harus Dijauhi dalam Diet Sehat

15 Makanan yang Harus Dijauhi dalam Diet Sehat

Eat Good
4 Cara Mudah Membedakan Madu Asli dan Palsu

4 Cara Mudah Membedakan Madu Asli dan Palsu

Eat Good
Pentingnya Komunikasi dalam Pernikahan

Pentingnya Komunikasi dalam Pernikahan

Feel Good
Libido Terlalu Tinggi, ini Penyebabnya

Libido Terlalu Tinggi, ini Penyebabnya

Feel Good
Buat Kamu yang Merasa Rapuh

Buat Kamu yang Merasa Rapuh

Feel Good
Istana Buckingham Rilis Simbol Baru Kerajaan Inggris

Istana Buckingham Rilis Simbol Baru Kerajaan Inggris

Look Good
Mariah Carey dan Kalung Berlian Liontin Kupu-kupu 132 Karat

Mariah Carey dan Kalung Berlian Liontin Kupu-kupu 132 Karat

Look Good
7 Obat Herbal yang Ampuh Atasi Radang Tenggorokan

7 Obat Herbal yang Ampuh Atasi Radang Tenggorokan

Eat Good
Grooming, Manipulasi Seksual pada Anak yang Berkedok Keakraban

Grooming, Manipulasi Seksual pada Anak yang Berkedok Keakraban

Feel Good
6 Drama Park Min Young yang Dikabarkan Pacari CEO Investasi

6 Drama Park Min Young yang Dikabarkan Pacari CEO Investasi

Look Good
Awas, Begadang Bisa Picu Diabetes dan Penyakit Kardiovaskular

Awas, Begadang Bisa Picu Diabetes dan Penyakit Kardiovaskular

Feel Good
6 Makanan untuk Mencegah Gangguan Prostat

6 Makanan untuk Mencegah Gangguan Prostat

Eat Good
Kakadu Plum, Superfood Australia Andalan Sukin Brightening Range untuk Kulit Kusam

Kakadu Plum, Superfood Australia Andalan Sukin Brightening Range untuk Kulit Kusam

Look Good
Cara Mengatasi Rambut Rontok pada Anak

Cara Mengatasi Rambut Rontok pada Anak

Look Good
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.