Salin Artikel

Tips agar Anak Terbiasa Makan Teratur Sesuai Jadwal

Sebenarnya keluhan sulit makan pada anak berkaitan dengan jadwal makan yang dibuat oleh orangtua. Tapi, belum banyak orangtua yang memahaminya.

Sebagian besar orangtua berpikir jadwal makan baru bisa diterapkan ketika anak sudah mulai mengenal makanan pendamping ASI (MPASI).

Padahal, sejak usia tiga bulan orangtua sudah bisa membuat jadwal makan untuk anak.

Menurut dr Kanya Ayu Paramastri, SpA, di usia 1-2 bulan, bayi sudah mulai mengenal rasa lapar dan kenyang.

Selain itu, kemampuan bayi untuk menghisap ketika menyusu juga sudah bagus, sehingga dapat mempertahankan rasa kenyang selama 2-3 jam.

"Pada usia 3-6 bulan kemampuan mempertahankan rasa kenyang semakin matang. Jadi begitu di usia ini, tidak semua alasan bayi menangis karena lapar."

Demikian kata Kanya dalam webinar bertajuk 'Kupas Tuntas Aturan Makan, Tidur, dan Aktivitas Balita untuk Optimalkan Tumbuh Kembangnya', Selasa (16/3/2021).

Lebih lanjut dia menjelaskan, di saat bayi sudah memiliki kemampuan mempertahankan rasa kenyang, inilah waktunya orangtua mengenalkan jadwal makan secara teratur.

Misalnya, bayi bangun pukul 5.00 dan langsung menyusu. Orangtua khususnya ibu perlu mengatur waktu untuk menyusuinya kembali.

Seperti yang dikatakan sebelumnya, bayi bisa mempertahankan rasa lapar selama 2-3 jam. Jadi ibu bisa kembali menyusui pada pukul 7.00-8.00 ketika bayi sudah merasa lapar.

Lanjutkan pola tersebut hingga waktu tidur bayi. Artinya, berikan susu kepada bayi setiap 2-3 jam sekali. Jadwal ini perlu diperkenalkan secara sengaja dan sadar.

"Kalau sebelum dua jam bayi menangis, bukan berarti dia lapar. Bisa karena bosan, tidak nyaman, ngantuk, sakit, dan lain-lain. Jadi tidak harus dikasih susu," kata Kanya.

Kendati demikian, orangtua tetap perlu mengevaluasi penerapan jadwal makannya. Pastikan bayi menyusui dengan benar (pelekatan bagus), produksi ASI cukup, dan berat badan sesuai indikator.

Lalu di usia enam bulan, dengan pola makan yang sudah ada, orangtua tinggal mengganti jenis makanan yang dikonsumsi dengan kebutuhan bayi.

Bila sebelumnya bayi hanya mengonsumsi ASI, maka di usia enam bulan mulai diberikan MPASI. Jadwal makannya sama seperti menyusui.

"Misalnya dari yang tadinya pukul 9.00 menyusu, ganti ASI menjadi makanan semi padat. Lalu pukul 3.00 sore yang tadinya menyusu ganti jadi camilan," kata Kanya.

Kemudian di usia tujuh bulan, bila tadinya bayi menyusu pada pukul 12.00, maka gantilah menjadi waktu makan siang.

Begitu juga pada pukul 15.00, ganti susu dengan memberikan camilan.

"Jadi jam makannya tetap, sudah terstruktur, hanya tinggal mengganti jenis makanannya. Pola yang sudah terbentuk dapat meminimalisir drama sulit makan," kata Kanya.

Memasuki usia 9-10 bulan, di antara jeda waktu makan 2-3 jam, bayi tidak boleh mengonsumsi apa pun selain air putih.

Tujuannya, agar bayi semakin matang dalam mengenal rasa lapar dan kenyang.

Misalkan bayi tidur siang pukul 13.00, lalu ternyata pukul 14.00 sudah bangun. Apabila bayi menangis dan seolah lapar, usahakan jangan berikan makanan termasuk ASI.

Ibu perlu menunggu hingga pukul 15.00, di waktu makan yang sudah ditentukan. Selagi menunggu, orangtua bisa mengajak bayi bermain.

Kemudian pukul 15.00, ibu bisa memberikan camilan. Apabila bayi tidak mau, jangan langsung memberikannya susu.

Sebab itu bisa membuatnya berpikir tidak masalah tidak makan camilan karena pada akhirnya akan diberikan susu untuk menghalau rasa lapar.

Orangtua perlu menahan keinginan untuk memberikan susu hingga waktu makan berikutnya yakni kira-kira pukul 17.00.

"Kalau bayi minta terus, orangtua harus berani bilang enggak boleh, belum waktunya. Sampaikan hal itu dengan kalimat positif," kata Kanya.

Hindari memarahi anak ketika merasa lapar jika sebelumnya tidak makan. Sebab hal itu malah dapat membuat anak tidak menyukai proses makan.

Terapkan pola waktu makan yang terstruktur seiring bertambahnya usia anak. Dengan begitu, anak terbiasa untuk makan teratur.

Tidak ada kata terlambat untuk memulainya. Misalnya anak sudah berusia tiga tahun dan belum terbiasa dengan pola makan teratur.

Orangtua bisa mulai mengenalkan jadwal makan. Ingat untuk hanya memberikan makan sesuai waktu yang ditentukan.

Jika anak menangis mintalah makan di luar jamnya, orangtua harus berani bersikap tegas dan 'tega'.

Berikan pengertian kepada anak dengan kalimat yang positif untuk makan sesuai jadwal.

Aturan makan

Di sisi lain, ada enam hal yang perlu diperhatikan saat hendak memberikan makan pada anak.

1. Waktu makan maksimal hanya 30 menit, selesai tidak selesai harus dihentikan.

2. Jangan memaksa anak untuk makan karena dapat membuat trauma.

3. Jangan diiming-imingi hadiah, susu, atau es krim agar anak mau makan.

4. Hadirkan suasana yang menyenangkan saat anak makan.

5. Biasakan anak untuk duduk di meja makan ketika makan tanpa adanya distraksi. Entah menonton di gadget atau hal lain yang bisa mengalihkan perhatiannya.

6. Terapkan waktu makan setiap 2-3 jam sekaIi. Di antara jeda waktu makan hanya berikan air putih saja.

7. Berikan ASI atau susu hanya ketika mau tidur atau setelah jam makan. Jangan biarkan anak berpikir susu adalah pengganti makanan.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/03/17/143242220/tips-agar-anak-terbiasa-makan-teratur-sesuai-jadwal

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.