Salin Artikel

Mutasi Virus Corona Terus Bermunculan, Apa Penyebabnya?

KOMPAS.com -  Mutasi virus Corona E484K "Eek" ditemukan di Jakarta belum lama ini. Hal ini menambah kekhawatiran akan efek pandemi karena mutasi ini diklaim lebih berbahaya.

Sejumlah pakar menyebutkan, varian ini dapat menjebol pertahanan tubuh meski seseorang sudah mendapatkan vaksin Covid-19.

Selain itu, mutasi ini juga lebih mudah menular, berdampak lebih parah dan tetap bisa menginfeksi ulang para penyintas Covid-19.

Varian E484K sebenarnya bukan satu-satunya mutasi dari SARS-CoV-2. Sudah ada beberapa jenis mutasi Corona yang terdeteksi pasca kemunculan perdananya di China pada 2019 lalu.

Jumlah mutasinya diperkirakan masih akan terus bertambah jika pandemi ini tak jua berakhir.

Robert Bollinger, Profesor Penyakit Menular Raj dan Kamla Gupta dari John Hopkins University, Baltimore, Maryland mengatakan, mutasi terjadi saat ada perubahan pada gen virus.

“Pemisahan geografis cenderung menghasilkan varian yang berbeda secara genetik,” kata dia, dikutip dari Hopkins Medicine, Selasa (6/4/3021).

Ia mengaku tak kaget dengan kemunculan berbagai mutasi Corona ini, karena merupakan hal yang wajar di dunia medis.

Pasalnya semua virus bermutasi seiring waktu, dan bahkan bisa lebih cepat karena berbagai faktor. Karena itu pula, vaksin apa pun terus diperbarui agar tetap efektif.

Stuart Ray, Vice Chair of Medicine for Data Integrity and Analytics dari John Hopkins Medicine mengatakan, mutasi virus bisa memberikan tantangan pada vaksin yang kini tersedia.

Sejumlah penelitian membuktikan, respons imun dari vaksin bisa menjadi kurang efektif terhadap beberapa strain baru. Meski demikian, bukan berarti vaksin tidak lagi bermanfaat.

Sehingga, orang yang telah menerima vaksin sekalipun harus tetap memperhatikan dengan ketat protokol kesehatan yang diterapkan.

"Kita harus tetap lanjut dengan pencegahan Corona dengan memakai masker, jaga jarak dan mencuci tangan," ungkap dia.

Laporan CNBC menyebutkan, semakin banyak orang yang terinfeksi semakin meningkatkan peluang akan jumlah mutasi yang muncul.

Dr. Adam Lauring, pakar penyakit menular di Universitas Michigan di Ann Arbor menguraikan mutasi adalah proses virus untuk mencapai inang guna memperbanyak diri.

Di sisi lain, SARS-CoV-2 cenderung bermutasi lebih lambat daripada virus lain karena memiliki enzim “proofreading” yang "memperbaiki" beberapa perubahan saat bereplikasi.

Namun pada kasus mutasi Eek, virus kemudian bertemu populasi dengan kekebalan yang lebih tinggi, baik karena vaksin atau antibodi yang sudah terbangun.

Proses ini kemudian menghasilkan mutasi virus baru, baik yang lebih lemah atau lebih berbahaya dari sebelumnya.

Sementara itu riset lain menunjukkan, mutasi yang lebih berbahaya bisa datang dari orang kategori immunocompromised.

Istilah ini merujuk pada orang dengan kondisi khusus yang ada kaitannya dengan imun tubuh.

Dr. Dennis Burton, Ketua Imunologi dan Mikrobiologi dari Scripps Research Institute di Amerika Serikat mengatakan hal ini terjadi karena virus bertahan lebih lama di tubuh.

Virus mendapat kesempatan mencari tahu lebih banyak dan bermutasi dalam proses pembersihan di tubuh berimun rendah itu.

"Jika seseorang terkena virus dan membersihkannya dalam beberapa hari, tidak ada banyak kesempatan untuk bermutasi, sebaliknya jangka waktu yang lebih banyak mempunyai lebih banyak kesempatan bermutasi." ujar dia.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/04/07/065721020/mutasi-virus-corona-terus-bermunculan-apa-penyebabnya

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.