Salin Artikel

Mahasiswi Tolak Pakai Masker, Profesor 88 Tahun Berhenti Jadi Dosen

Dikisahkan, pada tanggal 24 Agustus lalu, pria berusia 88 tahun ini sedang mengajar kelas keduanya.

Lalu, saat perkuliahan seorang mahasiswi yang tak diungkap identitasnya, masuk ke kelas yang berisi 25 orang, tanpa menggunakan masker.

Menurut laporan surat kabar di universitas itu, The Red & Black, sebenarnya mahasiswi tersebut telah diberi masker sekali pakai.

Namun nyatanya, perempuan itu tetap menolak untuk memakainya dengan benar karena alasan kesulitan bernapas.

Sementara, Bernstein telah menuliskan peringatan "Tidak pakai masker, tidak ada kelas" di papan tulisnya.

Tulisan itu tentu dapat dilihat semua mahasiswa, ketika mereka tiba di kelas.

Dia sempat mencoba menjelaskan kepada mahasiswi itu terkait kondisi kesehatan yang mendasari kekhawatirannya. 

Sang profesor ini mengidap diabetes tipe 2, hipertensi, dan usia lanjut, sehingga berisiko meninggal dunia akibat penularan Covid-19.

Selain karena mahasiswi itu menolak memakai masker, pengunduran diri Bernstein di tengah semester dipicu kabar ada ada dua mahasiswanya yang lain yang absen karena positif Covid-19.

"Saya pernah mempertaruhkan hidup saya untuk membela negara saat berada di Angkatan Udara, tapi saya tidak bersedia mempertaruhkan hidup saya untuk mengajar dengan mahasiswi yang tidak mau memakai masker."

Demikian kata Bernstein dalam surat elektronik kepada The Red & Black.

"Pengunduran diri ini adalah keputusan yang saya ambil. Saya merasa lega karena saya semakin khawatir ketika pandemi Covid-19 berlangsung dalam beberapa pekan terakhir," sambung dia.

Bernstein sebelumnya diberitahu oleh Kepala Departemen Psikologi bahwa dia tidak dapat memberlakukan mandat masker atau pun vaksin kepada murid-muridnya.

Tetapi, dia dapat mendorong mereka untuk memakai masker sesuai dengan kebijakan sistem di UGA.

"Saya minta maaf karena pandemi telah menyebabkan begitu banyak perselisihan," ujar Bernstein dalam email-nya.

"Saya pribadi tidak setuju bahwa merangsang ekonomi lebih penting daripada kehidupan masyarakat, dan saya kecewa karena beberapa orang merasa demikian," lanjut dia.

Bernstein mulai mengajar paruh waktu di UGA pada tahun 1968, dan menjadi dosen fakultas dalam status permanen sejak tahun 1971.

Di masa itu dia pun melanjutkan penelitiannya di Pusat Primata Yerkes Universitas Emory hingga tahun 1993.

Meskipun Bernstein sebenarnya sudah tidak aktif dari UGA sejak tahun 2011, dia masih terus mengajar sebagai pensiunan paruh waktu (rehire) selama bertahun-tahun.

Dia pun diminta oleh Departemen Psikologi untuk mengajar dua mata kuliah selama semester di tahun ajaran 2021-2022 ini.

Di sisi lain, seorang mahasiswi jurusan psikologi tahun keempat, Hannah Huff, berbicara singkat kepada The Red & Black tentang pengunduran diri Bernstein.

Huff mengungkapkan kekecewaannya terhadap keputusan pengunduran diri yang begitu mendadak.

Dia gusar, karena membutuhkan kelas Bernstein untuk memenuhi persyaratan kelulusannya.

"Ini bukan rencana awal saya untuk semester akhir saya di sini. Ini memilukan. Ini nyata," kata Huff.

"Saya terus berpikir bahwa hal ini tidak mungkin terjadi dan memang ada perselisihan di ruangan itu."

"Saya merasa sedikit marah terhadap perempuan itu, tapi saya juga gelisah," tutup  Huff.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/08/29/230000220/mahasiswi-tolak-pakai-masker-profesor-88-tahun-berhenti-jadi-dosen

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.