Salin Artikel

5 Kebiasaan Sarapan yang Buruk bagi Kekebalan Tubuh

KOMPAS.com – Banyak yang mengatakan bahwa sarapan adalah sesi makan paling penting dalam menjalani hari.

Memang benar. Sebab, sarapan memiliki banyak manfaat, mulai dari sebagai bahan bakar untuk menjalani hari, meningkatkan kekuatan otak, hingga menjaga kekebalan tubuh.

Namun, bukan berarti kita bebas memakan apapun saat sarapan. Pasalnya, kebiasaan sarapan yang kita pilih dapat membawa perbedaan besar pada sistem kekebalan tubuh kita.

Bahkan faktanya, beberapa kebiasaan sarapan yang sering kita lakukan malah bisa memperburuk sistem kekebalan tubuh tanpa kita sadari.

Nah, untuk memahami tentang berbagai kebiasaan sarapan yang dapat mengacaukun sistem kekebalan tubuh , simak paparan dari ahli gizi dan penulis buku Courtney D'Angelo, MS, RD, dan Lauren Manaker, MS, RDN, berikut ini.

1. Terlalu banyak konsumsi gula tambahan

Jika bicara soal menu sarapan yang akan membantu memperkuat kekebalan tubuh, mungkin kini saatnya untuk mempertimbangkan kembali asupan gula yang dikonsumsi dalam suatu makanan.

"Menu sarapan seperti sereal manis, kue, roti putih, dan pancake semuanya sarat dengan gula tambahan, dan mengonsumsi terlalu banyak gula dari waktu ke waktu dapat berdampak negatif pada sel darah putih, yang dapat melawan infeksi," kata D’Angelo.

Manaker juga berpendapat bahwa semua gula yang ada dalam menu sarapan seperti dalam kopi, oatmeal, maupun donat, semuanya merupakan gula tambahan.

Padahal, data menunjukkan bahwa terlalu banyak gula tidak mendukung sistem kekebalan tubuh yang sehat.

2. Melewatkan jus jeruk

Mengurangi asupan gula tambahan bukan berarti kita harus melewatkan gula alami dari buah dan jus.

“Padahal, jus jeruk murni tidak mengandung gula tambahan dan penuh dengan nutrisi pendukung kekebalan tubuh. Bahkan, sebuah studi baru menunjukkan jus jeruk murni memiliki potensi untuk membantu melawan peradangan,” kata Manaker. 

3. Kekurangan vitamin D

Vitamin D adalah komponen penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Namun, terkadang orang-orang sering melewatkannya tanpa sengaja.

Makanan seperti salmon, oatmeal, telur, susu, dan beberapa jus bisa menjadi sumber vitamin D yang bagus.

"Tetapi jika Anda memiliki kebiasaan terburu-buru saat sarapan dan hanya makan roti untuk menghemat waktu, Anda mungkin tidak mendapatkan jumlah vitamin D yang cukup untuk menjalani hari,” ujar D'Angelo.

Perlu diingat, selain melalui makanan atau suplemen, penting untuk menjaga pola makan seimbang dan berolahraga teratur demi daya tahan tubuh yang kuat.

4. Melupakan protein

Menurut Manaker, protein adalah komponen penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh yang sehat. Kita bisa memasukkan protein dalam menu sarapan karena bisa membuat perut kenyang lebih lama.

"Banyak menu sarapan seperti kue-kue sarapan atau roti panggang yang penuh dengan karbohidrat memiliki protein yang rendah. Jadi, menambahkan makanan berprotein tinggi seperti telur, susu, dan tahu ke dalam rutinitas sarapan dapat membantu mendukung sistem kekebalan tubuh,” ujar Manaker.

5. Memakan terlalu banyak fast food

Jika sibuk dan terlalu sering memakan fast food atau makanan instan, kita perlu mewaspadai kadar gulanya yang tinggi.

"Tentu, makanan cepat atau makanan instan siap saji sangat praktis, namun kandungan garamnya sangat tinggi,” kata Manaker.

“Padahal, diet tinggi garam telah dikaitkan dengan sistem kekebalan yang lemah, membuat diet rendah garam merupakan pilihan terbaik,” tambahnya.

https://lifestyle.kompas.com/read/2021/10/27/124113920/5-kebiasaan-sarapan-yang-buruk-bagi-kekebalan-tubuh

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.