Salin Artikel

Ketombe dan Dry Scalp, Apa Bedanya?

Padahal, itu bisa saja bukan ketombe, melainkan dry scalp atau kulit kepala yang mengering.

Memang, selain karena bentuknya yang serupa, ketombe maupun dry scalp memiliki gejala yang sama, yaitu membuat kulit kepala terasa gatal.

Nah, untuk mengetahui perbedaan dan cara menangani kedua masalah kulit kepala ini, simak paparan yang dilansir dari Real Simple berikut.

Apa itu dry scalp?

Dry scalp merupakan kondisi umum yang dipicu oleh banyak hal, mulai dari keramas berlebihan hingga produk perawatan rambut yang keras.

Dalam beberapa kasus, dry scalp juga dapat menandakan suatu kondisi medis, seperti psoriasis, dermatitis kontak, eksim, atau sunburn.

Dry scalp ini disebabkan oleh ketidakmampuan kulit kepala untuk menghasilkan cukup sebum dan minyak alami.

"Ketika kulit kepala kekurangan kelembapan, kulit kepala menjadi sangat kering dan menyebabkan pengelupasan kulit mati," kata Hadley King, MD, dokter kulit bersertifikat di New York, AS.

Apa itu ketombe?

Dermatitis seboroik atau dikenal juga dengan nama ketombe adalah kondisi peradangan kulit kepala yang terkait dengan pertumbuhan berlebih.

Ketombe merupakan hasil dari jamur yang tidak berbahaya dan dipicu oleh produksi minyak berlebih.

Menurut dr. King, jamur yang biasa ditemukan pada kulit (Malassezia) itu dapat berkontribusi pada respons peradangan, yaitu ketombe.

“Jamur ini memakan sebum. Karena itu tumbuh subur di daerah berminyak,” ujarnya.

Dokter King juga mengatakan bahwa belum ada penyebab pasti ketombe, meski kemungkinan dapat disebabkan oleh berbagai faktor.

Beberapa faktor yang berpotensi memicu ketombe itu adalah genetika, stres, pola makan, dan obat-obatan tertentu seperti interferon dan lithium.

"Ketombe juga mempercepat pembaruan sel-sel kulit kepala secara abnormal, membuatnya rontok seperti sisik dan berkelompok," kata dokter kulit bersertifikat Antonella Tosti, MD.

Artinya, kelebihan minyak menyebabkan sel-sel kulit mati mikroskopis saling menempel dalam bentuk gumpalan.

Namun pada dry scalp, serpihan yang dihasilkan biasanya lebih kecil dan mirip seperti partikel debu.

Mengobati dry scalp

Jika bicara soal kekeringan, tentu produk lembut dan menenangkan adalah kuncinya. Karena itu, sampo anti ketombe yang keras hanya akan emmbuatnya tambah parah.

Lalu, jangan mencuci rambut terlalu sering dan gunakan produk perawatan rambut yang menghidrasi.

Jangan lupa untuk menjauhi sampo dengan deterjen, terutama yang berjenis amonium lauril sulfat dan amonium lauret sulfat.

Sebagai gantinya, pilihlah formula yang mengandung bahan-bahan yang menghidrasi seperti asam hialuronat.

Kita juga bisa menggunakan masker kulit kepala atau melakkan conditioning treatment.

Lalu, penata rambut Jana Rago juga mengatakan bahwa perawatan dengan teknik hot oil (memanfaatkan minyak esensial dan suhu panas) memiliki banyak manfaat untuk menangani dry scalp.

Pasalnya, perawatan ini dapat membantu merangsang sirkulasi darah dan melepaskan kulit kering di kulit kepala, serta membuat kulit kepala lembap dan segar setelah dicuci.

Kita juga sebaiknya mengurangi penggunaan produk penataan rambut karena beberapa bahan kimia di dalamnya dapat menyebabkan dermatitis kontak dan iritasi.

Jadi, cobalah untuk mengaplikasikannya sedikit di kulit sebelum mengoleskannya ke seluruh kulit kepala.

Lalu, sebaiknya hindarilah paparan sinar matahari berlebih karena dapat menyebabkan kulit kepala kering, sunburn, dan membuat kulit kepala mengelupas saat sembuh.

Jadi untuk mengatasi hal ini, oleskan tabir surya ke kulit kepala

Namun jika kondisinya tak kunjung membaik, segeralah pergi ke dokter kulit yang dapat memeriksa kondisi kulit kepalamu dan meresepkan obat kortikosteroid topikal.

Menangani ketombe

Pada ketombe, tentu jamur lah yang harus dikurangi guna menurunkan respons peradangannya.

Untuk itu, Dr. King berpendapat bahwa kita harus mencari produk dengan bahan bersifat antijamur dan antimikroba.

Misalnya saja selenium sulfida, seng pyrithione, ketoconazole, tar batubara, dan tea tree oil.

Asam salisilat juga bisa bermanfaat jika digunakan bersama dengan perawatan lain karena dapat membantu mengurangi kerak pada kulit kepala.

Untungnya, semua bahan itu biasa ditemukan di berbagai produk perawatan rambut, sampo, kondisioner, dan masker.

Namun jika tetap tak ada perubahan, sebaiknya berkonsultasilah pada dokter kulit yang dapat meresepkan obat oral atau topikal yang lebih kuat.

https://lifestyle.kompas.com/read/2022/02/12/071158020/ketombe-dan-dry-scalp-apa-bedanya

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.