Salin Artikel

Ketahui Tips Puasa yang Aman agar Sehat dan Lancar

KOMPAS.com - Datangnya Bulan Suci Ramadhan tinggal menghitung hari. Pemerintah direncanakan menggelar Sidang Isbat untuk menetapkan awal Ramadhan pada Jumat (1/4/2022) mendatang.

Karena waktunya yang semakin mepet tentu banyak hal yang harus dipersiapkan agar ibadah puasa berjalan aman, lancar, dan mereka yang menjalankannya bisa menahan berbagai godaan.

Apalagi kondisi cuaca dan musim belakangan ini sulit diprediksi dan dikhawatirkan dapat menurunkan kondisi fisik dan mengganggu kelancaran ibadah puasa.

Tips menjalani puasa agar lancar

Nah, karena berpuasa memerlukan tenaga dan kemampuan tubuh yang ekstra untuk menahan lapar dan haus, tentu hal ini harus diperhatikan.

Untungnya ada sejumlah tips yang bisa membantu puasa berjalan lancar dan aman seperti yang disarankan Healthline berikut ini.

1. Jangan melewatkan sahur

Sahur sangatlah penting bagi tubuh dan sebaiknya tidak dilewatkan walau mata terasa berat untuk bangun di waktu subuh.

Makanan bernutrisi yang diasup ketika sahur juga tidak kalah pentingnya selama menjalani puasa agar tubuh tetap sehat dan ternutrisi.

Pendiri The Healthy Muslims, Nazima Qureshi, RD, MPH, mengatakan bahwa pilihan makanan yang dimakan saat sahur memengaruhi energi sepanjang hari.

“Seringkali orang akan beralih ke karbohidrat sederhana untuk makan pagi. Tapi karbohidrat sederhana tidak akan memberikan energi jangka panjang," kata Qureshi.

Sebagai gantinya, ia merekomendasikan makanan dari biji-bijian yang bisa dipadukan dengan lemak, protein sehat, buah-buahan, dan sayuran.

2. Banyak minum air

Minum air yang banyak saat berbuka maupun sahur sangatlah penting selama menjalankan puasa.

Itu dikarenakan meminum air dapat menjaga kadar cairan dalam tubuh yang harus menahan haus selama beberapa jam ketika berpuasa.

Minum banyak air juga penting bagi kesehatan sebab dapat memengaruhi tingkat energi dan memori.

Kurangnya minum air bisa mengakibatkan orang yang menjalankan puasa memiliki suasana hati yang kurang baik dan mengalami kelelahan.

Menjaga asupan air juga berperan untuk mencegah dan mengobati sakit kepala, migrain, batu ginjal, sembelit, dan menjaga tekanan darah.

Walau selama berpuasa minuman manis, seperti dawet, kolak, es buah, dan es campur mengggoda mata, tetap disarankan meminum air dalam jumlah yang banyak.

Di sisi lain, Qureshi juga merekomendasikan beberapa buah-buahan dan sayuran yang mengandung air agar tubuh tetap terhidrasi.

Buah-buahan dan sayuran yang disarankan Qureshi, antara lain:

3. Mengontrol porsi makanan

Merupakan hal yang wajar apabila orang yang berpuasa lapar mata dan tergiur untuk menambah porsi makanan saat sahur dan berbuka.

Namun, hal tersebut sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan berat badan dan mengakibatkan kelelahan -apalagi untuk makanan yang mengandung banyak lemak.

Kalau pun harus memakan atau meminum makanan dan minuman yang biasa dijajakan selama bulan puasa, ingatlah untuk menjaga porsinya.

Qureshi lebih menganjurkan berbuka puasa dengan memakan kurma, buah-buahan, dan meminum air.

“Gula alami dari buah akan memungkinkan tubuh untuk memahami bahwa Anda telah makan. Anda tidak akan merasa kelaparan dan cenderung tidak makan berlebihan,” jelas Qureshi.

Untuk jumlahnya, Qureshi menyarankan orang yang berpuasa untuk makan setengah piring salad atau sayuran dan seperempat piring karbohidrat dan protein.

4. Memahami kondisi kesehatan

Memiliki kondisi medis kronis bukan berarti tidak dapat berpuasa. Sebaiknya bicarakan kondisi kesehatan terlebih dulu dengan dokter sebelum Bulan Suci Ramadhan datang.

Obat-obatan yang wajib diminum setiap hari sebelum berpuasa juga disarankan untuk terus dikonsumsi selama Bulan Suci Ramadhan.

Saran itu diberikan oleh Wasem Alsabbagh, BScPharm, Ph.D, seorang apoteker klinis berlisensi dan asisten profesor di University of Waterloo.

Namun, waktu meminum obat pastinya harus disesuaikan dengan jadwal puasa, yaitu saat sahur dan ketika berbuka.

“Jika puasa memperburuk kondisi medis, bahkan setelah mengubah jadwal pengobatan, pasien tidak boleh berpuasa,” kata Alsabaggh.

Ini termasuk penyakit kritis seperti yang membutuhkan rawat inap, diabetes yang membutuhkan pasokan makanan dan minuman yang konsisten untuk menjaga gula darah, dan jenis kanker tertentu.

Orang dengan kondisi medis umum seperti diabetes dan hipertensi tetap bisa berpuasa selama kondisinya stabil dan terkontrol.

Namun, mereka harus memantau gula darah dan tekanan darah dengan cermat, banyak minum air, dan menyesuaikan waktu minum obat.

https://lifestyle.kompas.com/read/2022/03/29/161305820/ketahui-tips-puasa-yang-aman-agar-sehat-dan-lancar

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.