Salin Artikel

3 Tips agar Pasangan Introvert dan Ekstrovert Bisa Hidup Damai

Mengingat, seorang introvert biasanya suka menghabiskan waktu sendirian.

Sementara, ekstrovert cenderung merasa lebih terkuras ketika tidak punya waktu untuk bersosialisasi atau memperluas jaringan interpersonalnya.

Meskipun introvert dan ekstrovert memiliki preferensi yang berbeda, tetapi keduanya tetap dapat hidup bersama.

Dan, perbedaan karakter atau preferensi antara kedua kepribadian ini bisa saling melengkapi satu sama lain demi mencapai tujuan hidup bersama dengan minim konflik.

Bagaimana introvert dan ekstrovert dapat saling melengkapi dalam hubungan

Menurut seorang psikolog klinis yang berspesialisasi dalam masalah hubungan Dr Carla Manly, PhD, kecil kemungkinan seorang ekstrovert dan introvert yang ekstrem akan berakhir dalam hubungan yang langgeng.

Sebab, gaya hidup kedua karakter ini sangat berbenturan.

Pada akhirnya, kondisi tersebut dapat memisahkan mereka.

Meski begitu, dalil ini bukan segalanya, dan akhir dari semua situasi.

"Jika pasangan cukup berbeda dalam skala introversi-ekstroversi, perbedaan tersebut sebenarnya dapat memicu ketertarikan dan pertumbuhan diri," kata dia.

Misalnya, seorang introvert moderat yang cenderung ke sisi penyendiri mungkin tertarik oleh sisi apung dan suka berteman dari seorang ekstrovert moderat.

Lalu pada gilirannya, ekstrovert tertarik pada gaya introvert yang lebih bijaksana dan pendiam.

"Pada dasarnya, jika kita dan pasangan dapat menyesuaikan minat maupun kebutuhan satu sama lain, kita mungkin akan menemukan kesenangan pribadi dalam setiap aktivitas bersama," ungkap Dr Manly.

"Orang introvert mungkin menemukan kesenangan baru dalam aktivitas sosial yang sebelumnya dihindari."

"Dengan cara yang sama, ekstrovert mungkin akan menerima manfaat dari peningkatan waktu tenang dan keterlibatan kemitraan," sambung dia.

Tips pasangan introvert dan ekstrovert hidup damai dan bahagia

Semakin kita dan pasangan berbeda dalam konsep introvert-ekstrovert, maka semakin banyak ketegangan yang mungkin muncul ketika keduanya tinggal bersama.

Oleh sebab itu, Dr Manly pun menyarankan untuk mengantisipasi perbedaan ini dan mendiskusikan bagaimana cara mengatasinya demi keharmonisan hidup ke depan.

Nah, untuk mengetahui lebih lanjut, berikut ini adalah tiga hal yang dapat dilakukan agar pasangan introvert dan ekstrovert dapat hidup damai dan bahagia, seperti yang dilansir dari laman Well and Good.

1. Berusahalah untuk memahami dari mana pasangan berasal

Jika kita berbagi rumah dengan seseorang yang introvert, pastikan untuk bertanya bagaimana perasaan keterlibatan sosial baginya.

Apakah ada sejumlah pesta makan malam yang tidak membuatnya merasa canggung?

Apa ada cara favorit untuk mengisi ulang energinya?

Atau berapa jam sehari pasangan membutuhkan me-time?

"Tergantung pada tingkat introversi individu, menjadi sosial bisa sangat, sedang, atau sangat menguras tenaga," kata Dr Manly.

"Semakin introvert seseorang, semakin membebani secara psikologis suatu acara sosial," ungkap dia.

Apabila kita menghadapi skenario sebaliknya, yaitu pasangan yang memiliki kecenderungan ekstrovert, bicarakan mengapa dia merasa bersemangat di tengah keramaian.

Tanyakan pula berapa kali dalam seminggu perlu bergaul bersama teman-teman agar merasa puas.

2. Memperkuat kecerdasan emosional

"Jika introvert maupun ekstrovert memiliki kecerdasan emosional yang kuat dan keterampilan komunikasi yang sehat, mereka sering kali dapat mengatasi hambatan yang muncul," ungkap Dr Manly.

Ada beberapa cara untuk mengasah kemampuan kecerdasan emosional antara lain:

• Menulis dan membuat jurnal untuk memahami pasang surut emosi.

• Mengadopsi praktik meditasi yang dapat membantu kita tetap hadir dan menyadari kebutuhan pasangan.

• Melihat sesuatu melalui perspektif pasangan untuk mengetahui tentang bagaimana pasangan menerima energi dan perasaannya saat ini.

3. Pikirkan tentang hubungan melalui pola pikir yang berorientasi pada pertumbuhan

Jika kita terus-menerus memikirkan hubungan dengan keegoisan masing-masing, maka itu akan selalu menimbulkan kebencian, bukan rasa hormat.

"Menjadi agak tidak cocok dalam skala introversi-ekstroversi bisa diredam ketika pasangan berkomitmen untuk menghormati kebutuhan satu sama lain dengan cara yang kolaboratif dan penuh kasih," kata Dr Manly.

"Khususnya untuk pasangan yang berorientasi pada pertumbuhan, perbedaan kecil atau sedang pada kontinum introversi-ekstroversi dapat dilihat sebagai peluang untuk menjadi lebih fleksibel, terhubung, dan peduli," jelas dia.

Seiring waktu, kita mungkin akan menemukan, pasangan introvert bisa menunjukkan kepada ekstrovert bagaimana mencari energi dan inspirasi dari kegiatan refleksi diri yang lebih tenang.

Dan sebaliknya, sebagai seorang ekstrovert akhirnya dapat menginspirasi introvert untuk keluar dari zona nyaman dengan membuat koneksi baru yang luar biasa.

"Dengan kata lain, kita dan pasangan dapat tumbuh bersama dan (akhirnya) semakin dekat pada kepribadian yang berbeda-beda itu tadi," tambah Dr Manly.

https://lifestyle.kompas.com/read/2022/07/04/152033420/3-tips-agar-pasangan-introvert-dan-ekstrovert-bisa-hidup-damai

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.