Pilih Rambut Ikal atau Lurus?

Kompas.com - 09/12/2009, 13:45 WIB
Editordin

KOMPAS.com - Suatu gen rambut keriting telah ditemukan oleh para ilmuwan, sehingga membuka jalan untuk menciptakan pil yang dapat menampilkan fungsi yang sama sebagai pelurus rambut. Penemuan ini juga memungkinkan dokter untuk memprediksi apakah bayi Anda akan mempunyai rambut lurus atau keriting.

Penelitian, yang diterbitkan di jurnal American Journal of Human Genetics ini, mengidentifikasi  trichohyalin sebagai gen yang paling memegang peranan dalam menciptakan ikal pada rambut. Gen ini sebelumnya telah diketahui sebagai penyebab perkembangan folikel rambut, namun para ilmuwan di Queensland Institute of Medical Research (QIMR) telah menemukan perannya dalam pengeriting rambut.

Profesor Nick Martin, kepala QIMR Genetic Epidemiology Laboratory, dan penulis penelitian ini, mengatakan bahwa variasi dari gen ini menentukan kelurusan atau keikalan rambut. Profesor Martin dan koleganya, Dr Sarah Medland, juga berusaha menemukan variasi genetik yang menciptakan rambut ikal bagi orang keturunan Eropa.

Dari penelitian tersebut terungkap bahwa 45 persen orang Eropa memiliki rambut lurus, 40 persen berambut berombak, dan 15 persennya berambut ikal. Terlihat juga bahwa peluang untuk mewarisi rambut ikal adalah sekitar 90 persen.

 

Diperkirakan, variasi dalam gen ini dapat menciptakan perubahan asam amino yang pada saatnya nanti mempengaruhi kelurusan atau keikalan rambut.

Profesor Martin mengungkapkan bahwa penemuan ini akan memungkinkan pakar kesehatan untuk menciptakan perawatan untuk membuat rambut lebih lurus. Hal ini tentu bisa menjadi alternatif bagi Anda yang biasa meluruskan rambut dengan pencatok rambut.

"Kami sekarang bisa mengembangkan perawatan baru untuk membuat rambut lebih ikal atau lebih lurus. Hal ini masih kami godok, dan akan saya diskusikan dengan perusahaan kosmetik utama di Paris pada bulan Januari," lanjutnya.

Selain itu, timnya dapat memprediksi dengan pasti apakah seorang bayi lebih cenderung memiliki rambut ikal atau lurus. Mereka berencana untuk melanjutkan penelitian ini untuk memperbaiki prediksinya.

Aplikasi yang paling mendesak kemungkinan diperlukan dalam forensik. Hal ini memungkinkan dokter memperbaiki sketsa pelaku berdasarkan sampel DNA yang tertinggal di TKP, untuk mencari tahu apakah pelaku memiliki rambut lurus atau ikal.

"Kami dapat memprediksi warna rambut, mata, dan kulit mereka, sehingga hal ini bisa menjadi cara lain untuk memperbaiki gambar yang ada."



komentar di artikel lainnya
Close Ads X