Resep Baru Cegah Linglung

Kompas.com - 14/10/2010, 15:21 WIB

CHICAGO, KOMPAS.com — Berjalan kaki secara rutin dengan jarak sekitar 10 kilometer setiap pekan boleh jadi merupakan salah satu cara mencegah penyusutan otak dan melawan demensia atau kepikunan.

Sebuah penelitian terhadap 300 orang di Pittsburgh, Amerika Serikat, menunjukkan, mereka yang rutin berjalan kaki setidaknya enam mil atau 9,6 kilometer setiap minggu berisiko lebih kecil mengalami penyusutan otak akibat penuaan, dibandingkan mereka yang berjalan kurang dari itu.

"Penyusutan volume otak di masa lansia menimbulkan masalah daya ingat. Hasil temuan kami seharusnya mendorong terciptanya sejenis latihan fisik yang tepat bagi lansia. Ini menjadi sebuah pendekatan yang menjanjikan untuk mencegah demensia dan penyakit alzheimer," ungkap Kirk Erickson dari Universitas Pittsburgh yang memuat penelitiannya dalam jurnal Neurologi.   Penyakit alzheimer, bentuk paling umum dari demensia, secara perlahan dapat membunuh sel-sel otak. Melibatkan diri dalam beragam aktivitas seperti berjalan kaki telah terbukti dapat meningkatkan volume otak.

Erickson dan timnya melakukan riset guna membuktikan apakah mereka yang rajin berjalan kaki memiliki nilai tawar yang lebih baik dalam memerangi penyakit itu. Mereka pun melakukan kajian terhadap 299 sukarelawan non-demensia dengan cara mencatat secara rutin berapa jauh mereka berjalan dalam satu pekan. 

Sembilan tahun kemudian, para peneliti itu mengambil foto otak dari setiap responden untuk mengukur volume otak mereka. Setelah empat tahun lagi, mereka kembali melakukan pengujian untuk melihat apakah ada responden yang mengalami kerusakan kognitif atau menderita demensia. 

Kajian menemukan bahwa orang yang berjalan kaki kira-kira enam sampai sembilan mil atau 9,6 km-14,4 km dalam sepekan memiliki risiko terserang gangguan daya ingat 50 persen lebih rendah dibanding mereka yang berjalan kaki kurang dari itu dalam sepekan.

"Hasil penelitian kami sejalan dengan data yang menyebutkan bahwa kegiatan aerobik dapat memacu proses fisiologis yang meningkatkan volume materi abu-abu (grey matter)," menurut tim peneliti.

Mereka mengakui perlunya riset lebih lanjut tentang dampak olahraga terhadap penderita demensia. Namun, dengan tidak adanya pengobatan efektif bagi alzheimer, berjalan kaki mungkin menjadi satu hal yang dapat membantu.

"Jika olahraga teratur bagi orang paruh baya dapat meningkatkan kesehatan otak dan meningkatkan daya ingat dan berpikir di kemudian hari, itu cukup menjadi salah satu alasan untuk melakukan olahraga secara teratur pada setiap golongan usia, sebuah upaya peningkatan kesehatan masyarakat," kata Erickson.

Saat ini, belum ada obat yang dapat menghentikan perkembangan alzheimer, yang saat ini menyerang lebih dari 26 juta orang di dunia.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


EditorAsep Candra
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X