Pengobatan dalam Naskah-naskah Kuno

Kompas.com - 08/10/2011, 08:53 WIB

Oleh Lusiana indriasari

Ilmu pengobatan merupakan tradisi warisan nenek moyang bangsa Indonesia. Selain diturunkan secara lisan, metode pengobatan tradisional tersebut mereka catat dalam naskah-naskah. Sayangnya, karena tidak banyak dimanfaatkan dalam ilmu pengobatan, bentuk kearifan lokal itu terancam punah bersama hancurnya alam yang sebenarnya anugerah.

Tersebutlah seorang balian (penyembuh) bernama Buddha Kecapi di Pulau Bali. Ia dikenal mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Suatu ketika, sang balian bertemu penyakit aneh yang tak bisa ia sembuhkan.

Sang balian merasa gagal. Ia pun bersemadi di setra (makam), meminta petunjuk para dewa. Singkat cerita, Dewa Siwa mengutus istrinya, Dewi Uma, agar turun ke Bumi untuk mengabulkan permintaan sang balian. Seusai dirajah lidahnya, sang balian mendapat petunjuk dari Dewi Durga (perwujudan dari Dewi Uma setelah turun ke Bumi) tentang filosofi hidup- mati, aksara suci, dan berbagai hal soal penyembuhan penyakit.

Sejak itu, kemampuan Buddha Kecapi kian meningkat. Hanya kematian yang tak bisa ia atasi. Sang balian memanfaatkan tanaman, hewan, dan air untuk membuat resep pengobatan.

Itulah sepenggal narasi naskah Usada Buddha Kecapi. Naskah yang tertulis di atas 80 lembar daun lontar ini tersimpan di Gedong Kirtya, daerah Singaraja, Bali. ”Buddha Kecapi merupakan dokumentasi pengobatan tradisional yang ditulis dalam bentuk karya sastra,” kata I Ketut Jirnaya, Dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Kuna, Fakultas Sastra Universitas Udayana, Bali, Jumat (7/10), di Denpasar.

Jirnaya adalah ahli filologi yang banyak meneliti naskah kuno Bali terkait tradisi pengobatan. Perbedaan Buddha Kecapi dengan naskah Usada lain adalah naskah itu berisi ilmu pengobatan disertai uraian ilmiahnya.

Ada filosofi dan diagnosa penyakit sebelum balian memberi obat tradisional. Catatan usada lain lebih berisi resep praktis pengobatan. ”Sampai sekarang orang Bali masih percaya betul bahwa penyakit disebabkan dua hal, akibat kuman penyakit atau roh leluhur. Balian harus bisa membedakan,” kata Jirnaya.

Naskah Sunda

Catatan ilmu pengobatan Nusantara tak hanya ditemukan pada naskah kuno Bali. Masyarakat kuno di daerah lain juga menuliskannya.

Salah satunya, masyarakat Sunda kuno yang punya catatan Kumpulan Mantra, Paririmbon, dan Petangan. Pada naskah Kumpulan Mantra dari Jampang Kulon, Sukabumi, ditemukan 189 mantra yang 20 di antaranya mantra terkait pengobatan, seperti membasmi wabah penyakit, membuang racun, dan menyembuhkan penyakit cacar.

Pada seminar ”Pengobatan Tradisional dalam Naskah Nusantara” yang diadakan Perpustakaan Nasional Jakarta, akhir September lalu, Ruhaliah, dosen dan peneliti pernaskahan dan tradisi lisan dari Universitas Padjadjaran Bandung, mengatakan, teks naskah Sunda ditulis berbahasa Sunda dan Jawa. Sebagian mantra disertai doa berbahasa Arab.


Page:
EditorLusia Kus Anna

Close Ads X