KPK Belum Lakukan Penambahan Tersangka

Kompas.com - 19/10/2011, 02:56 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Komisi Pemberantasan Korupsi melanjutkan pengusutan dugaan korupsi pemberian hadiah kepada Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar. Namun, hingga Selasa (18/10), KPK belum melakukan penambahan tersangka dalam kasus yang terkait dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah bidang Transmigrasi tersebut.

”Sindu Malik masih jadi saksi,” ungkap Johan Budi SP, Juru Bicara KPK, saat ditanya kelanjutan pemeriksaan kasus itu. Sindu Malik, bekas pejabat di Kementerian Keuangan, telah beberapa kali menjalani pemeriksaan di KPK.

Dadong Irbarelawan, pejabat di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, yang menjadi tersangka kasus suap itu, seusai diperiksa penyidik pada 12 Oktober lalu, menyebut peran Sindu dan Iskandar Pasojo (Acos) dalam dana program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah bidang Transmigrasi (PPIDT). ”Sebenarnya dana program PPIDT ini tidak akan terjadi jika tidak ada Pak Sindu Malik dan Acos. Saya tak pernah melakukan itu (menjadi inisiator) dalam kapasitas saya selaku pribadi, tetapi dalam konteks dinas,” ujar Dadong seusai diperiksa penyidik.

Dadong mendesak KPK agar menetapkan Sindu, Acos, serta Ali Mudhori dan Fauzi, mantan anggota Tim Asistensi di Kemnakertrans, sebagai tersangka dalam kasus ini. ”Oleh karena mereka yang membuat ada program itu. Jadi, kalau tak ada mereka, selesailah,” ujarnya.

Johan menambahkan, KPK terpaksa mengembalikan uang Rp 100 juta dan sebuah brankas yang disita penyidik saat menggeledah rumah Sindu Malik. Pasalnya, setelah ditelusuri, tidak ditemukan kaitan dengan kasus yang tengah disidik KPK.

Namun, tidak ada dokumen yang dikembalikan karena, kata Johan, dokumen itu terkait kasus yang tengah disidik. (ray)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X