Kompas.com - 21/04/2013, 15:58 WIB
EditorDini

KOMPAS.com - Banyak orangtua yang memaksakan anak mengikuti berbagai les atau kursus, agar menjadi seperti yang mereka mau. Menjadi penari balet, pemain piano, atau menarik perhatian saat menjadi model. Sementara belum tentu potensi anak ada di sana.

Ini kerap terjadi, dan menjadi catatan Febria Indra Hastati, MPsi, psikolog dari Brawijaya Clinic. Pernah satu kali, kata dia, ada seorang ibu yang yakin kalau anaknya punya bakat khusus atau indigo. Karena, ia pernah melihat sang anak suka melakukan hal yang berbeda dengan anak kebanyakan. Sementara setelah dites kemampuan intelektualnya, ternyata tidak demikian adanya.

Karena itu, Febria menegaskan agar para ibu bersikap realistis terhadap potensi diri dan potensi si anak. Boleh saja mengoptimalkan kelebihannya, tapi juga mengakomodasi kelemahannya.

"Tidak perlu memaksakan cita-cita kepada anak, atau memasukkannya ke sekolah khusus supaya dianggap jenius hanya demi gengsi, padahal anak sulit beradaptasi,” ujar Febria, saat bincang-bincang “Inspiring Moms and Kids” yang digelar Babyfamous di fX Sudirman, Jakarta, Sabtu (20/4/2013) lalu.

Febria menganjurkan agar setiap ibu benar-benar mengenali bakat dan minat anak, dan mengembangkannya secara proporsional. Tidak ada baiknya mengelabui diri sendiri dengan terus memaksakan cita-cita (yang dikehendaki orangtua) pada anak. Bila merasa perlu, orangtua bisa berkonsultasi dengan psikolog untuk mengetahui kemampuan dan bakat dan minat anaknya.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.