Ini Lho Langkah Benar untuk Kerokan - Kompas.com

Ini Lho Langkah Benar untuk Kerokan

Kompas.com - 02/09/2013, 17:13 WIB
Shutterstock Setelah kerokan lakukan pemijatan agar tubuh semakin nyaman.

KOMPAS.com — Di tengah invasi pengobatan modern sekarang ini, pengobatan tradisional khas Indonesia, kerokan, belum kehilangan pamornya. Bahkan, sebagian orang masih menjadikannya alternatif awal saat kondisi tubuh tengah menurun.

Kerokan merupakan salah satu pengobatan tradisional yang dilakukan dengan cara menggosok tubuh dengan minyak dan koin logam sebagai alat pengeroknya, yang selanjutnya menghasilkan guratan merah pada kulit. Pengobatan ini masih sering diterapkan oleh orang Indonesia hingga sekarang, baik anak kecil maupun orang dewasa.

Namun, efek kerokan kulit yang memerah dan pori-pori kulit yang terbuka setelah tentunya menjadi hal yang menakutkan bagi mereka yang belum pernah melakukan pengobatan ini. Sebaliknya, bila teknik yang diterapkan benar, setelah kerokan, tubuh pun akan terasa segar dan fit

"Kerokan itu masih digunakan sampai sekarang karena mau tak mau ada beberapa penyakit ringan yang memang bisa disembuhkan hanya dengan pengobatan tradisional," ujar Mien Rogi, Treatment Developer Martha Tilaar Day Spa, saat berbincang dengan KompasFemale beberapa waktu lalu.

Namun, tahukah Anda bahwa kerokan ternyata tidak bisa dilakukan sembarangan? Ada cara dan teknik tersendiri. Hal ini berbeda dengan kerokan pada umumnya. Berikut langkahnya:

  1. Siapkan koin logam yang ujungnya tidak tajam, seperti uang koin seribu.
  2. Sediakan minyak zaitun sebagai dasar untuk pengerokan di tubuh.
  3. Kemudian, mulai langkah kerokan dengan meraba bagian samping di dekat tulang. Tidak dianjurkan mengerok di atas tulang. Oleh karenanya, lakukan hal itu di sendi-sendi dekat tulang.
  4. Arah kerokan juga dilakukan dari atas ke bawah.
  5. Setelah itu, jangan pernah mengerok bagian tulang punggung karena bisa membahayakan kesehatan Anda.
  6. Setelah selesai, usapkan bagian punggung menggunakan minyak angin agar badan lebih terasa hangat.
  7. Yang terakhir, jangan langsung mandi setelah kerokan. Usahakan Anda mandi keesokkan harinya, setelah suhu badan normal.

Bagaimana, apakah teknik yang Anda gunakan untuk kerokan selama ini sudah benar? Jika belum, segera perbaiki langkahnya ya.



EditorDeasy Syafrina

Close Ads X