Kerugian akibat Rokok 3,7 Kali Lebih Besar Dibanding Cukai yang Diperoleh Negara

Kompas.com - 18/12/2015, 16:19 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
EditorLusia Kus Anna

Persoalan lain, menurut Soewarta, sebagian besar perokok Indonesia merokok di sembarang tempat, tak memedulikan lingkungan sekitar. Mereka bisa merokok dengan tenang di dekat ibu hamil atau anaknya yang masih balita. Padahal, bahaya rokok bagi perokok aktif ataupun perokok pasif sama besarnya.

"Asap rokok bersifat merusak dengan segera dan semakin lama paparan akan meningkatkan kerusakan organ-organ tubuh," katanya.

Selain itu, tidak ada rokok yang aman sehingga tidak ada batas aman terhadap paparan asap rokok. Rokok juga menimbulkan adiksi sehingga satu-satunya cara mengurangi risiko dari rokok adalah dengan tidak merokok.

Pengendalian tembakau di Indonesia saat ini diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan. PP itu merupakan turunan dari Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Pemerintah melalui Menteri Kesehatan sebenarnya pernah mengajukan Rancangan Undang-Undang Pengendalian Dampak Produk Tembakau terhadap Kesehatan. Namun, usulan itu ditanggungkan oleh Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat pada 2011. Kini pada 2015 Badan Legislasi DPR justru mengesahkan RUU Pertembakauan yang diusung oleh industri rokok.

Upaya Indonesia untuk mengaksesi Konvensi Kerangka Kerja untuk Pengendalian Tembakau atau Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) sejak 2003 hingga kini juga belum terwujud.

Kini sudah 180 negara menandatangani FCTC dan Indonesia menjadi satu-satunya negara besar yang belum menandatanganinya. Akibatnya, pengendalian tembakau di Indonesia sangat sulit ditegakkan dan beban akibat rokok pun terus membesar. (KOMPAS/M Zaid Wahyudi)

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X