Mana Lebih Sehat untuk Jantung, Diet atau Olahraga?

Kompas.com - 10/04/2017, 21:46 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorBestari Kumala Dewi

KOMPAS.com - Usia penderita penyakit jantung kian memuda, menurut penelitian dalam American College of Cardiology's 65th Annual Scientific Session. Jadi, lakukan kegiatan ini untuk menjaga kesehatan jantung Anda.

Bicara soal kesehatan jantung, ternyata pertanyaan yang paling banyak ditanyakan ialah; diet, olahraga, atau kombinasi dari keduanya yang menjadi pilihan terbaik untuk melindungi kesehatan jantung?

Penelitian baru dalam American Journal of Clinical Nutrition mencoba menjawab pertanyaan tadi.

Menurut peneliti dari Saint Louis University, ternyata tidak peduli apa yang Anda lakukan, baik diet ataupun olahraga, selama Anda menurunkan berat badan dan mencapai berat badan ideal, maka Anda sudah berhasil menjaga kesehatan jantung.

Dalam studi tersebut, peserta usia 35-55 tahun dibagi menjadi tiga kelompok; satu kelompok melakukan penurunan konsumsi kalori sebesar 20 persen, kelompok dua melakukan peningkatan aktivitas fisik sebesar 20 persen, dan kelompok ketiga menurun asupan kalori sebesar 10 persen dan bergerak 10 persen lebih banyak.

Para peneliti menemukan bahwa masing-masing dari tiga strategi tersebut sama-sama efektif dalam meningkatkan kesehatan jantung seperti menurunkan tekanan darah, menurunkan kolesterol jahat, dan meningkatkan denyut jantung antara rata-rata 60 sampai 100 denyut per menit, selama peserta kehilangan berat badan dalam masa penelitian.

Bahkan, mereka yang hanya kehilangan setidaknya 7 persen berat badan dapat mengurangi risiko penyakit jantung sebesar 22 persen, para peneliti memperkirakan.

“Itu mungkin karena berat badan memicu kerusakan mikroskopis pembuluh darah dan jaringan lainnya,” kata ketua peneliti Edward Weiss, Ph.D., profesor nutrisi dan dietetics di Saint Louis University.

“Tubuh Anda merespon kondisi peradangan dan mencoba untuk memerbaiki kerusakan itu. Seiring waktu, respon ini dapat berkontribusi untuk pengembangan plak di arteri yang menyalurkan darah, oksigen dan nutrisi ke otot jantung untuk bisa bekerja dengan baik.”

Plak meyebabkan penyumbatan arteri koroner ini yang menyebabkan serangan jantung, Weiss mengatakan.

Tapi dengan mengurangi berat badan, Anda dapat menurunkan seluruh sistem peradangan yang dapat mendatangkan malapetaka pada jantung Anda.

Walau begitu, menggabungkan diet dan olahraga bersama-sama kemungkinan memberikan manfaat lebih bagi kesehatan, Weiss menyarankan.

Bahkan, kehilangan 5 persen dari berat badan dapat membuat perbedaan besar dalam risiko penyakit jantung.



Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X