Kulit Cerah Masih Jadi Dambaan Banyak Orang

Kompas.com - 20/04/2017, 17:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Salah satu kriteria cantik yang masih dipegang banyak orang adalah kulit yang cerah, sehat dan bersinar. Hal itu juga tergambar dari hasil survei yang dilakukan Kompas.com melalui Twitter.

Sebanyak 33 persen dari sekitar 1600 orang yang mengikuti survei itu menyebutkan kulit yang cerah atau putih dianggap penting.

Rupanya orang Indonesia masih galau dengan kulit wajah yang kusam atau ternoda oleh titik hitam akibat terpaan sinar matahari.

Tak jauh berbeda dengan hasil survei tersebut, dalam survei yang dilakukan oleh L'Occitane, brand perawatan wajah dari Perancis, terhadap konsumen Asia juga terungkap bahwa kulit yang lebih cerah dan bening, masih menjadi dambaan.

Warna kulit cerah yang merata dan juga tampak glowing berada di peringkat teratas dalam keinginan banyak perempuan Asia.

"Kulit yang sehat memang dinilai dari tingkat kecerahannya. Yang diinginkan banyak orang adalah kulit yang lebih fresh dan cerah," kata Linda Mayasari, Head of HR, Learning & Development L'Occitane Indonesia.

Sayangnya, setiap hari kita mengalami agresi dari lingkungan luar, misalnya sinar matahari, debu dan polusi. Ditambahkan oleh Linda, semua faktor tersebut dapat mengurangi kecerahan kulit, membuat wajah terlihat kusam, dan mulai muncul titik hitam.

Selain rutin membersihkan wajah, sebenarnya saat ini terobosan di bidang perawatan kulit memungkinkan kita mendapatkan kulit cerah dan segar yang didambakan.

DOK.LOCCITANE Lewat sejumlah uji eksperimen, L?occitane akhirnya menemukan bunga Reinde de Pres yang tumbuh di pegunungan Drome, Perancis Selatan, yang berkhasiat memutihkan kulit wanita Asia.
Salah satu produk perawatan wajah untuk mencerahkan kulit yang perlu dicoba adalah Reine Blanche dari L'Occitane. Dijelaskan oleh Linda, produk ini berasal dari ekstrak tumbuh-tumbuhan, seperti mulberry dan meadowsweet, serta vitamin C dan asam salisilat.

"Rangkaian produk Reine Blanche ini hanya ditujukan untuk pasar Asia sehingga memang disesuaikan dengan iklim Asia," ujar Linda.

Untuk hasil yang optimal, rangkaian produk yang terdiri dari cleanser, toner, serum, whitening cream, dan sunblock ini sebaiknya digunakan secara rutin selama 1-3 bulan.

Linda juga menyarankan agar konsumen mewaspadai produk pemutih kulit yang memberikan hasil instan tetapi kandungannya tidak aman.

"Banyak yang inginnya kulit putih instan. Tetapi dampaknya pada kulit bisa iritasi, hipersensitif, bahkan pigmentasi atau warna gelapnya jadi lebih parah," paparnya.

Kandungan pemutih kulit yang dilarang oleh BPOM antara lain hydroquinone atau merkuri. Bila sudah mengendap dalam lapisan epidermis, kulit akan permanen berwarna kehitaman.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X