Bayi ASI akan Lebih Gampang Makan Sayur

Kompas.com - 06/09/2017, 12:31 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Mengajarkan anak untuk menyukai sayur-sayuran dan buah bukan perkara murah bagi sebagian besar orangtua. Namun, hal itu bisa disiasati sejak bayi masih di kandungan dan mendapatkan ASI eksklusif.

Bila ibu rajin mengonsumsi sayuran selama hamil dan menyusui, maka bayi jadi terbiasa  mengecap rasa sayuran melalui air susu ibunya.

Dilansir dari laman Independent.co.uk peneliti dari Monell Chemical Senses Center di Philadelphia menyimpulkan bahwa bayi yang mendapatkan ASI cenderung akan lebih menyukai sayuran dan buah di kemudian hari.

Ketika bayi mulai diperkenalkan pada makanan pendamping ASI (MPASI) di usia 6 bulan, rasa sayuran mungkin terlalu kuat bagi mereka. Namun, jika bayi mendapat ASI, rasa sayuran tidak akan terlalu mengejutkan bagi lidahnya.

"Setiap pengalaman indrawi setiap bayi unik, tapi rasa makanan pertama mereka sejak di kandungan sangat tergantung pada apa yang dimakan ibunya," kata Julie Mennella, penulis studi utama dan seorang biopsikologi.

Menurut dia, ASI adalah cara terbaik untuk memperkenalkan bayi pada sayuran dan buah sedini mungkin. Jika ibu memang penyuka sayuran, maka bayi juga akan mengenal rasanya melalui cairan ketuban dan kemudian air susu ibunya.

Dalam penelitiannya kepada 97 ibu hamil, para periset meminta mereka untuk meminum jus seledri atau jus wortel, kemudian mereka melacak kebiasaan makan anak-anak mereka saat mulai mendapat makanan padat.

(Baca juga: Yang Harus Diketahui Ibu Sebelum Terapkan Metode BLW)

Dalam penelitian tersebut, para wanita dibagi menjadi lima kelompok, tiga kelompok diminta rutin mengkonsumsi setengah cangkir jus sebulan sebelum menyusui, kelompok kedua yang mulai meminum jus sayuran saat bayi mereka berusia 2 minggu, dan satu lagi kelompok ketiga yang minum jus sayuran saat bayi mereka berusia 6 sampai 10 minggu.

Kelompok keempat, sang ibu yang minum jus selama tiga bulan, dimulai saat bayi mereka berusia dua minggu. Kelompok kelima adalah yang sama sekali tidak minum jus.

Ketika bayi-bayi mereka mulai makan makanan padat pada usia delapan bulan, mereka diberi sereal tanpa rasa (plain), sereal rasa wortel atau sereal rasa brokoli.

Hasilnya, para periset menemukan bahwa bayi-bayi yang ibunya minum jus lebih menyukai sereal rasa wortel dari pada sereal plain atau yang rasa brokoli.

Bayi yang ibunya mulai minum jus lebih awal, anaknya justru lebih banyak mengkonsumsi sereal rasa wortel dan lebih cepat juga beradaptasi dengan rasa sayuran.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X