Kompas.com - 22/09/2017, 10:20 WIB
Ilustrasi marah di ponsel KristinaJovanovicIlustrasi marah di ponsel
|
EditorWisnubrata

KOMPAS.com - Revolusi digital memang menawarkan kita banyak kemudahan, baik dalam hal komunikasi maupun pekerjaan. Sayangnya, koneksi sosial yang dilakukan tanpa henti, dapat meningkatkan risiko kecemasan, kelelahan dan stres, menurut sebuah survei dari American Psychological Association (APA).

Dalam laporan yang bertema "Stress in America: Coping with Change," APA melakukan polling terhadap 3.500 orang dewasa usia produktif di AS selama lebih dari satu bulan.

Periset menemukan bahwa 86% dari peserta masuk dalam kategori "pemeriksa konstan”, yaitu rutin memeriksa email, mengirim dan membaca teks masuk, serta memantau akun media sosial akibat notifikasi yang selalu berbunyi.

Walau akses komunikasi menjadi semakin mudah, namun komunikasi digital tanpa henti ini dinilai periset dapat menciptakan sejumlah besar tekanan dan kecemasan, terutama akibat pekerjaan yang seakan tanpa henti.

Baca juga: Ketimbang Pria, Wanita Lebih Berisiko Depresi karena Ponsel

Peserta yang teridentifikasi sebagai pemeriksa konstan melaporkan tingkat stres rata-rata 5,3 hingga 6 dari skala dari 1 sampai 10 (di mana 1 "hampir tidak ada stres" dan 10 adalah "sering tertekan dan stres").

Umumnya, tingkat stres di atas 5 ditandai dengan gejala; sulit tidur nyenyak, sering merasa kurang bergairah, jantung berdebar dan cemas tiap kali notifikasi tentang pekerjaan masuk, hingga mudah marah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ilustrasi smartphoneShutterstock Ilustrasi smartphone
Menariknya, 65% dari semua responden mengatakan bahwa penonaktifan notifikasi berkala dan detoksifikasi digital penting untuk mempertahankan kewarasan mereka, meskipun hanya 28% yang benar-benar melakukannya.

"Mengambil detoks digital adalah salah satu cara paling bermanfaat untuk mengelola stres terkait penggunaan teknologi," kata Lynn Bufka, Ph.D., direktur eksekutif asosiasi APA untuk penelitian dan kebijakan praktik. "Pemeriksa konstan bisa mendapatkan keuntungan dari membatasi penggunaan teknologi dan kehadiran mereka di media sosial."

Baca juga: 7 Tips Redakan Stres untuk Pria Modern

Walau tampaknya sulit terpisah dari dunia digital, Bufka menyarankan Anda untuk mematikan notifikasi pada saat-saat tertentu, yaitu saat berada di gym, mengemudi, menikmati santapan, 30 menit menjelang tidur, serta liburan.

Anda juga bisa menjadwalkan cuti gawai setidaknya selama 1 hari di akhir pekan atau hari libur. Cukup mematikan notifikasi di saat-saat itu, dapat menghindari Anda dari kecemasan, kelelahan dan stres akibat pekerjaan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.