Kompas.com - 24/09/2017, 05:15 WIB
Ilustrasi sakit tenggorokan, panas dalam g-stockstudioIlustrasi sakit tenggorokan, panas dalam
Penulis Wisnubrata
|
Editor Wisnubrata

Seperti yang sudah dijelaskan di awal, biasanya radang tenggorokan disebabkan oleh virus dan akan hilang sendiri setelah 5 hingga 7 hari. Jika sudah lebih dari itu, Anda bisa konsultasikan ke dokter karena bisa jadi penyebabnya lebih serius.

Tidak ada cara lain untuk mengetahui secara pasti penyebab radang tenggorokan selain melakukan pemeriksaan lab. Dokter akan melihat adakah bakteri Streptococcus pyrogenes dalam jumlah tertentu di tenggorokan. Namun, ada beberapa gejala khusus radang tenggorokan bakteri yang bisa saja muncul:

  •     Sakit lebih dari 5-7 hari
  •     Kesulitan untuk menelan, dan bukan hanya sakit saat menelan
  •     Amandel yang merah terang dan terlihat bengkak
  •     Demam dan sakit kepala
  •     Bengkaknya pembuluh getah bening di leher

Seperti apa obat radang tenggorokan yang ampuh?

Jika Anda baru terkena radang tenggorokan dan merasa bahwa rasa sakit karena tersebut mengganggu, Anda bisa membeli obat yang tersedia bebas di pasaran. Biasanya, obat yang beredar adalah kombinasi dari beberapa zat seperti painkiller, anestetik, hingga zat-zat alami.

Untuk meredakan rasa sakit dan demam, obat radang tenggorokan mengandung penghilang rasa sakit atau painkiller seperti paracetamol atau acetamiophen. Namun, ini hanya meredakan rasa sakit dan tidak mengobati radang.

Lebih jauh lagi, Anda bisa memilih obat radang tenggorokan yang mengandung ibuprofen. Namun, obat jenis ini tidak cocok untuk semua orang, terutama untuk anak-anak. Jika memungkinkan, gunakanlah kedua jenis obat di atas sesingkat mungkin dengan tetap mengikuti aturan pakai yang tertera dalam label.

Obat tenggorokan juga ada yang mengandung kandungan alami yang terdapat pada beberapa obat radang tenggorokan misalnya madu, echinacea hingga berbagai ekstrak tumbuhan dan buah-buahan. Zat alami tersebut berguna untuk membantu meredakan radang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Obat bisa berbentuk permen pelega tenggorokan atau dalam bahasa Inggris biasa disebut lozenges. Selain mengandung pereda rasa sakit dan pereda radang, biasanya permen ini juga membantu menstimulasi keluarnya saliva atau air liur, sehingga membuat tenggorokan Anda tetap lembab.

Selain itu, ada juga obat yang berbentuk spray atau obat semprot dan obat kumur yang langsung diarahkan ke dalam tenggorokan lewat mulut.

Jika Anda sudah terkena radang cukup lama dan dokter pun memastikan Anda terkena radang tenggorokan karena bakteri, maka dokter akan meresepkan antibiotik. Tertiblah dalam meminum obat ini serta habiskan dengan benar bahkan ketika gejala sudah hilang.

Gejala yang hilang terjadi karena bakteri pingsan, namun belum mati total. Jika antibiotik dihentikan, bakteri akan bangun kembali dan menyebabkan sakit datang kembali. Bahkan, bakteri menjadi semakin kebal terhadap antibiotik.

Selain berbagai obat di atas, Anda juga bisa mengurangi radang tenggorokan dengan alternatif lain yang mudah dan murah, misalnya berkumur menggunakan air garam. Anda hanya perlu mendongakkan kepala ke atas sambil berkumur, usahakan jangan menelan airnya.

Halaman:


Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.