Mengapa Banyak Produk Kosmetik Membatasi Penggunaan Paraben?

Kompas.com - 03/11/2017, 13:11 WIB
Ilustrasi krim perawatan ShutterstockIlustrasi krim perawatan
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Kesadaran masyarakat untuk mengurangi paparan zat kimia membuat banyak produk kini memilih penggunaan bahan-bahan yang lebih aman untuk tubuh. Salah satu yang kini mulai dihindari adalah paraben dalam produk kosmetik.

Paraben dipakai secara luas sejak tahun 1950-an untuk mencegah pertumbuhan bakteri. "Sekitar 85 persen kosmetik memiliki zat ini. Harga paraben murah dan efektif," kata ahli zat kimia kosmetik Arthur Rich dari New York.

Selama ini paraben dianggap aman. Paraben dan turuannya, seperti butylparaben, methylparaben, dan propylparaben, bisa kita temukan dalam produk-produk kecantikan.

Paraben dipakai dalam berbagai produk, mulai dari sampo, pembersih muka, pelembab tubuh, hingga lipstik.

Di tahun 1990-an, paraben diketahui termasuk dalam xenoestrogens atau agen yang menyerupai estrogen dalam tubuh. Dampaknya adalah gangguan hromon estrogen dan hal ini terkait dengan kanker payudara dan masalah reproduksi.

Pada tahun 2004, peneliti kanker dari Inggris Philippa Darbre menemukan paraben pada tumor kanker payudara yang ganas.

Penelitian tersebut membuat pejabat berwenang di banyak negara merekomendasikan pembatasan paraben pada produk kosmetik. Selain itu, ada kecemasan jika paraben menumpuk di tubuh, dalam jangka panjang bisa berakumulasi dan menimbulkan bahaya bagi kesehatan.

Di lain pihak, dari penelitian di Inggris itu tidak disebutkan apakah dalam jaringan nonkanker dari payudara yang sehat juga mengandung paraben. Padahal hal ini perlu untuk memastikan bahwa paraben di tumor tidak serta merta membuktikan zat ini penyebab kanker.

Walau begitu, saat ini kebanyakan produk kosmetik membatasi penggunaan paraben dalam produknya. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), dalam jumlah sedikit paraben aman.




Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X