Kompas.com - 12/12/2017, 13:53 WIB

KOMPAS.com - Kondisi kegemukan memang memiliki risiko yang mengancam kesehatan fisik penderitanya. Belum lagi ada beban psikologis yang mungkin tak kalah berat. 

Sebab, fakta umum yang sudah diketahui secara luas adalah kesehatan psikologis para penderita obesitas pun berpotensi terganggu akibat keadaan tubuh tersebut.

Dampak psikologis yang paling jelas adalah kenyataan bahwa penderita kegemukan menjadi tidak percaya diri dengan perut yang besar, atau "payudara" yang tumbuh di dadanya.

Hal ini terutama terjadi ketika pria dengan obesitas berada di hadapan pria lain yang dianugerahi bentuk badan proporsional.

Baca juga : Priaprisme, Kelainan Penis hingga Ereksi Berjam-jam

Jelas, kondisi itu bukan satu-satunya keadaan di mana obesitas dapat mempengaruhi penampilan fisik, masih ada juga pengaruh secara mental.

Ada anggapan, bahwa pria gemuk memiliki penis yang lebih pendek dari pria proporsional.

Tapi, benarkan demikian?

Nah, untuk pertanyaan tersebut, sebenarnya selama ini masyarakat telah termakan dengan keyakinan palsu yang menyebut pria gemuk pasti berpenis kecil.

Sebab sebenarnya, bagaimana pun bentuk tubuh pria, maka ukuran penis rata-ratanya adalah  antara 10-16 centimeter.

Pengukuran rata-rata ini mencakup hingga 90 persen populasi laki-laki global.

Baca juga : Puaskan Pasangan dengan Penis Mini, Bagaimana Caranya?

Dengan demikian, jelas terlihat ukuran rata-rata penis tidak sebesar yang Anda duga semula, bukan?

Sekarang, ketika seseorang yang megalami kelebihan berat badan, maka timbunan lemak pun terakumulasi di daerah genitalnya.

Bila ini terjadi, visibilitas penis bisa sangat berkurang.

Faktanya, Man Versus Fat melaporkan bahwa setiap kelebihan berat badan 12-22 kilogram bisa menyebabkan "jarak pandang penis" berkurang sebanyak 2,5 centimeter.

Jadi, semakin banyak kelebihan berat yang ditumpuk manusia, semakin panjang penis yang "terkubur" dalam timbunan lemak.

Bila seorang pria menjadi sangat gemuk, ia juga bisa menderita kondisi yang dikenal sebagai "penis terkubur".

Baca juga : Punya Penis Bengkok? Hati-hati dengan Beberapa Jenis Kanker Ini

Dalam beberapa laporan, dikenal istilah "mangina" -ini adalah istilah lain yang sering digunakan untuk menggambarkan kondisi "penis terkubur".

Semakin banyak penis yang terkubur, tentu semakin kecil yang terlihat.

Kondisi ini berpotensi besar menyebabkan penurunan harga diri yang signifikan, yang dapat menyebabkan banyak masalah psikologis.

Selain itu, kondisi tersebut juga bukan satu-satunya masalah yang berhubungan dengan penis yang terkubur akibat obesitas.

Pada beberapa pria, ujung saraf yang terhubung ke penis bisa rusak akibat kelebihan berat badan.

Keadaan ini bisa menyebabkan pria tersebut mengalami tingkat sensasi yang berkurang saat menerima rangsangan seksual.

Belum lagi, stamina yang juga berkurang secara signifikan saat pria menjadi sangat gemuk.

Baca juga : Seiring Bertambahnya Usia, Apakah Ukuran Penis Bisa Menyusut?

Sistem peredaran darah bekerja lebih keras karena kelebihan berat badan - ini berarti darah sulit beredar secara normal ke seluruh tubuh.

Sehingga, peredaran darah yang buruk menyebabkan pria dengan masalah kelebihan berat badan mengalami masalah pada fungsi ereksi.

Jadi, seperti yang bisa Anda lihat, obesitas tidak hanya mempengaruhi ukuran penis pria yang terlihat, namun memiliki reaksi berantai.

Obesitas menyebabkan masalah dengan banyak sistem dalam tubuh.

Sebagai konsekuensinya, efek kesehatan yang merugikan ini kemudian menyebabkan gejala tambahan yang berkembang pada pria yang mengalaminya.

Bagaimana dengan penis? Ketahuilah, obesitas ini tidak berarti penis Anda menyusut.

Hanya saja, kelebihan lemak di daerah sekitar penis yang menyebabkan penis terlihat lebih mini.

Jika Ande penderita obesitas, Anda dapat membuat beberapa penyesuaian gaya hidup untuk mencapai berat badan yang lebih rendah, dan kembali mendapatkan ukuran penis yang "asli". 

Baca juga : Perubahan yang Terjadi pada Penis Saat Pria Menua

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.