Kompas.com - 18/01/2018, 17:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockphotosIlustrasi
|
EditorLusia Kus Anna

KOMPAS.com - Botol sampo kosong, tabung-tabung losion tubuh, dan compact powder yang pecah, merupakah sebagian dari sampah yang dihasilkan dari produk perawatan kulit dan kosmetik dari meja rias kita.

Memang kita cuma punya sedikit pilihan selain membuang kemasan plastik tersebut setelah habis. Kita jarang memikirkan bagaimana dampak dari sampah bekas kemasan tersebut terhadap lingkungan.

Pada tahun 2015, diperkirakan 61 persen kemasan kosmetik dan produk perawatan kulit terbuat dari plastik, dan pada tahun 2019 produk ini naik sampai 12 persen.

Mendaur ulang berbagai plastik yang dipakai dalam produk skin care ternyata tidak mudah karena banyaknya material yang dipakai. Ini berarti, kemasan kosong itu akan berakhir di tempat pembuangan sampah dan baru bisa terurai setelah 1000 tahun.

Walau begitu, beberapa brand sudah menyadari pentingnya mengurangi plastik, dan juga menghemat uang konsumen, dengan membuat produk isi ulang (refill).

Upaya tersebut tak selalu mulus. Misalnya saja Body Shop yang pernah memberi pilihan sampo isi ulang, tapi layanan ini dihentikan di tahun 2002 karena hanya satu persen konsumen yang memanfaatkannya.

Meski saat ini kesadaran untuk menjaga lingkungan meningkat, tetapi tetap ada hambatan teknis, terutama ketika banyak produk yang harus dikemas dalam tempat yang steril.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Botol isi ulang adalah tantangan yang rumit," kata Charlie Fowler, pendiri Magic Organic Apothecary, brand kecantikan yang menjual produk alami dan dikemas dalam karton daur ulang dan dicetak dengan tinta sayuran.

"Untuk menjadikan produk isi ulang sebagai pilihan yang layak bagi konsumen, kita membutuhkan produk kaca yang tidak pecah, dan wadahnya harus sudah dicuci," imbuh Fowler.

Beberapa brand berusaha menjawab tantangan tersebut dengan menyediakan produk isi ulang. Misalnya saja L'Occitane yang kini menyediakan refill untuk sampo, kondisioner, gel mandi, sabun pembersih muka, dan sabun cuci tangan.

Konsumen bisa membelinya dalam kantong plastik dan mengisinya ke botol awal. Menurut L'Occitane, produk isi ulang ini menghemat penggunaan plastik sampai 80 persen.

Sementara itu brand kosmetik sudah sejak lama menyediakan refill, terutama untuk compact powder. Brand premium seperti Dior dan Estee Lauder juga kini menyediakan kosmetik yang dapat di isi ulang, misalnya pensil bibir, foundation, sampai pensil alis.

Kesadaran untuk merawat kulit dan penampilan seharusnya memang seimbang dengan kesadaran untuk menjaga lingkungan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.