Kompas.com - 19/02/2018, 12:49 WIB

SOLO,KOMPAS.com - Popularitas Shufa atau seni kaligrafi China memang tidak setenar barongsai di telinga masyarakat Indonesia. Namun, ini tidak menutup animo masyarakat akan kesenian khas Tionghoa yang telah berusia 6000 tahun ini.

Sebagai rangkaian dari perayaan imlek, Perkumpulan Masyarakat Solo (PMS) yang tergabung dalam panitia bersama imlek, memperkenalkan berbagai kesenian khas China, salah satunya adalah Shufa.

Pada zaman dahulu seni kaligrafi ini di buat di atas media berupa bambu, dengan arang hitam sebagai tintanya. Namun seiring berkembangnya teknologi, seni kaligrafi ini mulai diterapkan di berbagai media kertas.

Bakhtiar Kaslam atau Go Siauw Tje, salah satu ahli Shufa di Solo, mengatakan bahwa seni kaligrafi ini memiliki keunikan dalam menentukan tebal dan tipis tulisan. Selain itu, tinta yang digunakan juga bukan tinta sembarangan.

"Ini tintanya tidak diproduksi di Indonesia. Kalau di Solo cuma ada satu toko yang jual tinta ini. Meskipun kertasnya kena air, nanti tintanya nggak bakal bisa luntur," ucap pria berkacamata itu saat di temui pada hari Selasa minggu lalu.

Bagi lelaki berusia 68 tahun tersebut, Shufa tak hanya memiliki makna sebagai kesenian belaka. Tapi, juga melibatkan gerak tubuh saat menyapukan kuas di atas kertas.

"Butuh konsentrasi tinggi dan ketenangan jiwa saat menyapukan kuas di atas kertas. Ini juga manfaat menemukuni Shufa yang bisa menghilangkan stres," ucapnya.

Baca :Berbentuk Sederhana, Inilah Kisah Mengagumkan di Balik Kue Keranjang

Keindahan Shufa tak hanya menarik minat etnis ionghoa saja. Terbukti, selama pantia bersama imlek di Solo menggelar stan kaligrafi, banyak warga yang bukan etnis Tionghoa antre untuk memesan kaligrafi ini.

"Meski saya nggak ngerti huruf Mandarin, ini saya minta dibuatkan nama saya jadi kaligrafi China. Ini nanti mau saya kasih pigura dan saya tempel di dinding rumah," ucap Sri Wijaya, salah satu pengunjung stand kaligrafi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.