Kompas.com - 21/03/2018, 08:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Perkembangan modest fashion atau busana tertutup dinilai semakin potensial untuk menjadi tren fesyen global. Tak hanya eksklusif bagi kaum muslim atau secara spesifik wanita berhijab, modest fashion diharapkan bisa menjadi tren luas.

Hal ini diungkapkan oleh Chief Creative Officer EBW World Wide, Stevy Giani Sela dalam konferensi pers Modest Fashion Summit di Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Angka pembelanjaan modest fashion di seluruh dunia pun dapat dikatakan cukup besar. Stevy menyampaikan angkanya mencapai 11 persen dari total sekitar 258 milliar USD belanja fesyen.

"Untuk angka sebesar itu, 11 persen lumayan signifikan dan terus tumbuh," kata Stevy.

Modest fashion memang sangat erat dengan citra wanita berhijab. Namun seiring perkembangan dunia fesyen, tujuan dari koleksi modest fashion tidak lagi terbatas pada wanita muslim berhijab namun lebih secara luas.

Modest sendiri secara umum diartikan menjadi baju sopan yang tidak ketat dan terlalu mengekspos bagian tubuh.

Namun, karakter modest fashion sendiri masih berbeda-beda di setiap negara. Misalnya di Indonesia, modest fashion seringkali digambarkan sebagai koleksi baju muslim yang seringkali memiliki detail baju yang berangkap, tebal, dan ciri khas lainnya.

Sedangkan di negara yang penduduknya bukan muslim, misalnya Inggris yang juga menjadi salah satu kiblat fashion dunia, modest fashion cenderung lebih sederhana. Bahkan kemeja longgar yang dipadukan dengan bawahan seperti celana atau rok saja sudah bisa masuk ke kategori modest fashion.

EBW World Wide kemudian berinisiatif menyelenggarakan Modest Fashion Summit untuk menyatukan para desainer modest wear dengan para stakeholder lainnya.

Brand dan desainer lokal kemudian memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengenalkan labelnya ke bursa mode internasional.

Chief Creative Officer of EBW World Wide Stevy Giani Sela, Visual & Arts Director of EBW World Wide Gabriella Wells dan PR Director of EBW World Wide Molika McFarquhar (paling kiri ke kanan) seusai konferensi pers di Shangri-La Hotel Jakarta, Selasa (20/3/2018).KOMPAS.com/Nabilla Tashandra Chief Creative Officer of EBW World Wide Stevy Giani Sela, Visual & Arts Director of EBW World Wide Gabriella Wells dan PR Director of EBW World Wide Molika McFarquhar (paling kiri ke kanan) seusai konferensi pers di Shangri-La Hotel Jakarta, Selasa (20/3/2018).
Dengan pasar modest fashion yang berbeda di setiap negara, diharapkan momentum ini bisa memersatukan semuanya serta saling membangun jejaring.

Di Indonesia, Modest Fashion Summit akan diselenggarakan di Jakarta pada 17-19 Oktober 2018.

"Kami berharap lewat satu platform ini semuanya jadi satu. Jadi kalau kita pusatkan semuanya, trennya bisa diketahui. Tapi kalau sekarang masih susah kemana," ujar Stevy.

"Makanya kami berharap di event ini bisa ngobrol bareng, mau kemana kita bawa market yang terus menerus naik dan enggak ada turunnya ini," tuturnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.