Jadi Kutu Loncat Karier Tak Selalu Negatif - Kompas.com

Jadi Kutu Loncat Karier Tak Selalu Negatif

Kompas.com - 17/04/2018, 14:36 WIB
Ilustrasi wawancara kerjaDragonImages Ilustrasi wawancara kerja

KOMPAS.com - Senang mencoba hal baru, termasuk sering keluar masuk satu perusahaan ke perusahaan lain alias jadi kutu loncat, merupakan fenomena yang banyak ditemui pada orang muda alias generasi milenial.

"Kalau kita lihat anak zaman sekarang suka pindah kantor setiap dua tahun, lalu ingin jadi CEO kerja di sana-sini sendiri untuk mengembangkan brand pribadinya," kata Urban Development & Public Policy Specialist dari Universitas Indonesia (UI), Mulya Amri, dalam acara talk show Kino Youth Innovator di kampus UI Depok (13/4).

Menjadi kutu loncat memang tidak selalu negatif, asalkan didasarkan pada kemauan untuk menemukan minat (passion) atau pun nilai tambah bagi kemajuan kariernya.

Menurut Mulya, orang muda di Indonesia harus unggul di dunia kerja dan terus berkompetisi untuk menghadapi persaingan global.

Dalam menghadapi tantangan kompetisi global sebenarnya posisi Indonesia tidak buruk.

"Saat ini Indonesia ada di peringkat ke-36 dari 109 negara dalam rangking Global Competitiveness Index. Tidak terlalu buruk tetapi kita harus waspada dan tidak lengah, terutama melihat kecepatan inovasi di negara lain, termasuk Malaysia dan Vietnam," katanya.

Hal senada diungkapkan Product Innovation Director PT.Kino Indonesia, Budi Santoso. Menurut dia, diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) bukan hanya menjadi tantangan, tapi juga peluang.

“Diberlakukannya MEA ini justru menjadi tantangan dan peluang bagi bangsa Indonesia untuk memenangkan persaingan. Dan inovasilah kuncinya,” kata Budi dalam acara yang sama.

Menurutnya, selama manusia Indonesia berani berinovasi dan mampu mengoptimalkan sumber daya lokal Indonesia, maka indeks kompetisi Indonesia akan semakin meningkat.

Untuk memotivasi kaum muda Indonesia agar lebih kreatif dan berani berinovasi, PT. Kino Indonesia, Tbk, kembali menggelar Kino Youth Innovator 2018, yang sudah memasuki tahun ketiga.

Tema tahun ini adalah "Empower Life Through Nature", untuk mengajak kaum muda untuk mengedepankan sumber daya Indonesia untuk memenangkan kompetisi pasar.

“Glocal atau dari lokal menuju global, memang menjadi titik berat kompetisi ini, karena kami yakin bahwa Indonesia kaya akan sumber daya lokal, dan untuk menjadi pemenang, kita harus berani mengangkat apa yang ada di dalam, untuk dibawa keluar,” ujarnya.


Komentar

Terkini Lainnya

Close Ads X