Kompas.com - 20/04/2018, 16:00 WIB
Fotografer Kairos Works Artha The, Art Ditector Rumah Kampung Decor Fajar Adi, Co-Founder The Bride Dept Friska Ruslim, dan General Manager Mr. Richard Mau dalam konferensi pers Brides Day Out di JS Luwansa Hotel, Kuningan, Jakarta, Kamis (20/4/2018). KOMPAS.com/Nabilla TashandraFotografer Kairos Works Artha The, Art Ditector Rumah Kampung Decor Fajar Adi, Co-Founder The Bride Dept Friska Ruslim, dan General Manager Mr. Richard Mau dalam konferensi pers Brides Day Out di JS Luwansa Hotel, Kuningan, Jakarta, Kamis (20/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Tren foto pre-wedding kian meningkat. Warga Indonesia yang pada beberapa tahun lalu tergolong belum begitu terbiasa melakukan foto pre-wedding, kini mulai berubah, dan semakin menggemarinya.

Fotografer Kairos Works, Artha The mengatakan, foto pernikahan sebelumnya mendominasi, dan hanya sekitar 40 persen yang melakukan foto pre-wedding.

Namun kini, sekitar 90 persen calon pengantin melakukan foto pre-wedding.

"Tahun lalu bisa 90 persen yang melakukan pre-wedding. Hanya 10 persen yang hanya foto wedding saja, dan sama foto studio, misalnya."

Demikian penuturan Artha kepada Kompas.com saat ditemui di JS Luwansa Hotel, Kuningan, Jakarta, Kamis (20/4/2018).

Lokasi luar ruangan alias outdoor tetap menjadi lokasi pengambilan foto pre-wedding favorit.

Baca juga: Mau Foto Pre-Wedding Pakai Mobil Antik, di Sini Tempatnya

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Artha, kebanyakan calon pengantin pergi ke luar kota atau luar negeri hanya untuk mencari setting lokasi yang mereka sukai.

Saat ini, lokasi yang sedang menjadi tren foto pre-wedding adalah tempat-tempat eksotis.

"Sekarang naik daun, misalnya India. Saya juga baru pulang dari Dubai, Maroko. Kalau Indonesia Bali bisa jadi favorit."

"Tapi sekarang mereka juga lari ke Sumba, Labuan Bajo. Lokasi-lokasi yang sebelumnya tidak terpikirkan akan pre-wedding sampai sejauh itu," ujarnya.

Tren foto pre-wedding, menurut dia, juga dipengaruhi penetrasi media sosial yang semakin kencang.

Semua orang bisa dengan mudah mengakses foto dan menjadikannya referensi untuk foto pre-wedding.

Di samping itu, Artha menilai ada beberapa alasan yang melatari para calon pengantin melakukan foto pre-wedding yang dilakukan sampai ke luar negeri.

Baca juga: Candid, Konsep Foto Pre-Wedding Terfavorit

Beberapa di antaranya adalah agar tidak mainstream dan mengefisiensikan biaya. Sebab,  terkadang, foto pre-wedding di Jakarta justru memakan biaya besar.

Misalnya, jika dilakukan di hotel maka akan terkena biaya tambahan. Biaya yang dikeluarkan tersebut jika dihitung kadang tak jauh berbeda dengan tiket ke luar negeri.

Sehingga, banyak calon pengantin yang memilih lokasi luar negeri sekaligus memanfaatkan momentun tersebut untuk berlibur.

"Momentum pre-wedding sering mereka jadikan untuk momen untuk releasing stress. Jadi itu juga momentum ketika mereka spend dua hari foto, tiga harinya bisa jalan-jalan," tutur dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.