Membesarkan Anak Lelaki yang Bertanggung Jawab

Kompas.com - 20/04/2018, 17:14 WIB
Ilustrasi anak laki-laki sedang bermain. THINKSTOCKS/YAOINLOVEIlustrasi anak laki-laki sedang bermain.


"MAINAN adek ke mana?" Lalu seisi rumah heboh mencari mainan itu. "Adek enggak mau makan!" Lalu ada saja yang berusaha menyuapinya.

"Adek numpahin minum, kepeleset!" Ubin yang kemudian dimarahi lalu semua orang berebut mengepel bekas tumpahan.

Situasi itu terasa akrab?

Bila iya, orangtua harus hati-hati. Terlebih lagi kalau "si adek" adalah anak laki-laki.

Rasa tanggung jawab anak dimulai sejak dini. Kita sepakat bahwa hukuman bukanlah solusi untuk permasalahan perilaku anak. Namun, konsekuensi natural atau logis wajib ada dan bahkan wajib ditanamkan.

Ada apa dengan anak laki-laki?

Mengapa "kehati-hatian" ditekankan kepada anak laki-laki? Ini soal rasa tanggung jawab.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hasil Jajak pendapat Kompas untuk Grafikota, misalnya, mendapati penyebab perceraian nomor dua di DKI Jakarta ternyata adalah  kepala rumah tangga tidak bertanggung jawab kepada keluarga. Hal ini selalu muncul dan disebut-sebut di hampir setiap kasus talak-cerai.

Angka perceraian di Ibu kota tergolong tinggi. Provinsi DKI Jakarta konsisten menduduki peringkat kelima dalam daftar angka perceraian nasional. Rata-rata per tahun sekitar 3 persen perceraian seluruh Indonesia berasal dari Jakarta.

Perilaku tidak bertanggung jawab jelas erat kaitannya dengan kebiasaan menerima konsekuensi natural, bukan? Entah itu konsekuensi dari perbuatannya atau konsekuensi dari pilihannya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.