Kompas.com - 04/05/2018, 13:51 WIB
Pedagang takjil menjajakan dagangannya berupa hidangan untuk berbuka puasa di lahan kosong sebelah tempat penampungan sementara Pasar Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta, Senin (5/6/2017). Pasar Ramadhan ini mulai buka sekitar pukul 11.00 sampai dengan buka puasa. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPedagang takjil menjajakan dagangannya berupa hidangan untuk berbuka puasa di lahan kosong sebelah tempat penampungan sementara Pasar Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta, Senin (5/6/2017). Pasar Ramadhan ini mulai buka sekitar pukul 11.00 sampai dengan buka puasa.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan juga wajib memperhatikan kesehatan. Sejumlah penyakit rentan menyerang di bulan puasa, seperti maag, sakit tenggorokan, gangguan konsentrasi, hingga stres.

Spesialis gizi klinik, dr. Jovita Amelia, M.Sc, Sp.GK menjelaskan, konsumsi jajanan yang tinggi menjadi salah satu penyebab munculnya penyakit-penyakit tersebut.

Misalnya, untuk berbuka puasa. Seringkali kita tidak memerhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi apakah baik atau tidak.

"Selama Bulan Ramadhan memang keluhan-keluhan meningkat tajam karena bisa disebabkan makanannya. Di pinggir jalan banyak yang jualan takjil, banyak gorengan, kolak, yang manis-manis," kata dr. Jovita pada peluncuran kampanye #PuasaSehat bareng Halodoc di The Hook Restaurant, Jumat (4/5/2018).

Selain itu, kebiasaan masyarakat saat ini adalah mengkonsumsi kopi. Jovita tak menyarankan konsumsi kopi saat berbuka puasa. Sebab, kandungan kafein dapat meningkatkan asam lambung jika langsung dikonsumsi saat perut kosong. Terlebih jika sebelumnya terlewat makan sahur.

 

Baca juga: 8 Cara Mudah Menyembuhkan Radang Tenggorokan

Jika ingin mengkonsumsi kopi, menurutnya hal itu bisa dilakukan setelah jam makan malam dan dalam porsi sedikit.

Ia menyarankan konsumsi makanan yang cepat diserap untuk menu berbuka puasa. Misalnya air kelapa, buah, kurma, dan lainnya untuk mengembalikan kekurangan elektrolit tubuh.

Jovita juga mengenalkan rumus delapan gelas sehari saat berpuasa. Hal itu untuk menghindari tubuh mengalami dehidrasi.

Dua gelas dikonsumsi saat sahut dan berbuka, dua gelas setelah makan malam, dan dua gelas sebelum tidur.

Di samping itu, penting bagi kita untuk menjaga asupan makanan bernutrisi lengkap yang mengandung semua komponen yang dibutuhkan tubuh. Terutama saat sahur.

"Mengandung karbohidrat kompleks, protein, lemak. Kenapa kita perlu, karena karbohidrat kompleks akan menjadi energi di tubuh kita dan kita bisa kuat lebih lama," tuturnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.