Kriteria Bermain yang Aman dan Bermanfaat Bagi Balita

Kompas.com - 05/05/2018, 15:39 WIB
sand and water table, meja pasir dan air yang dilengkapi dengan banyak mainan untuk melatih kreativitas anak Kompas.com/Laura Arya Wienantasand and water table, meja pasir dan air yang dilengkapi dengan banyak mainan untuk melatih kreativitas anak

JAKARTA, KOMPAS.com - Bermain merupakan salah satu cara belajar terbaik bagi anak, terutama usia 0 - 5 tahun.

Lewat bermain, orangtua bisa memberikan pengetahuan untuk dijadikan pembelajaran bagi anak.

Tapi, tak sembarang bermain loh. Setidaknya, menurut psikolog Nadya Pramerani, ada lima kriteria bermain yang baik bagi anak.

  1. Lingkungan aman

Penting untuk memastikan lingkungan bermain anak aman. Karena itu, orangtua perlu melakukan pengawasan.

“Ada arahan yang diberikan oleh orangtua kepada anak,” kata Nadya yang ditemui dalam acara Kodomo Challenge, Jakarta,Sabtu (5/5/2018). 

Arahan ini diberikan agar anak bermain yang tidak membahayakan dirinya. 

  1. Menyenangkan

Saat memberikan arahan, pastikan untuk tidak ambisius dan mengambil peran anak karena justru membuat situasi bermain anak tidak menyenangkan.

“Padahal anak juga perlu diberikan ruang dalam bermain agar suasana senang tercipta,” katanya. 

Situasi yang menyenangkan bisa membuat kemampuan anak belajar akan optimal, sehingga pengetahuan akan terserap dengan mudah.

  1. Berpusat pada anak

Nah, salah satu ruang yang diberikan adalah berpusat pada anak.

Orangtua diharapkan hanya fokus pada pengawasan, sedangkan anak dibebaskan memilih permainan.

Jika anak sedang ingin condong pada motorik kasar seperti berlarian, orangtua disarankan mengikuti.  Begitu juga jika ingin pada motorik halus seperti memainkan mainan sambil duduk.

“Kita memberikan variasi, permainan mana yang mau dimainkan, itu yang dikasih,” katanya.

  1. Sesuai tahap perkembangan

Perlu diingat juga tidak semua permainan bisa dimainkan anak. Nadya mengatakan, anak harus bermain sesuai tahap perkembangan dan kemampuan.

“Jika permainan terlalu sulit, anak akan stres dan mudah bosan,” katanya.

Karena itu, berikan permainan sesuai usia agar dia bisa bermain dengan baik sembari belajar.

  1. Seimbang

Jangan anggap bermain aman itu harus di dalam rumah terus ya, karena bermain juga bisa di luar.

Nadya mengingatkan agar orangtua seimbang dalam memberikan ruang bermain bagi anak.

“Untuk anak di bawah 5 tahun, setidaknya bermain di luar ruangan dua jam per hari,” katanya. 

Selain itu juga seimbang antara digital dan non-digital. Gawai, kata Nadya, tidak selalu buruk.

Jika benar dalam pengawasan dan pemberian, maka bisa menjadi nilai tambah dalam proses belajar anak. 

“Setidaknya harus ada pendampingan orangtua jika anak menggunakan gawai,” katanya.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X