Tidak Ada Bentuk Vagina yang Ideal, Apa Alasannya?

Kompas.com - 01/07/2018, 22:22 WIB
Ilustrasi Miss VBarabasa Ilustrasi Miss V

KOMPAS.com - Tak sedikit wanita merasa kecewa dengan bentuk organ kewanitaannya karena kerap membandingkan apa yang mereka lihat, misalnya lewat internet, film dewasa atau sumber lainnya.

Seringkali mereka juga kecewa karena menganggap bentuk kewanitaan berkaitan dengan kehidupan seksual.

Namun, jangan khawatir karena sebuah studi menemukan, anggapan tersebut tidak benar.

Jadi, para wanita tak perlu lagi mengkhawatirkan soal bentuk Miss V-nya, apakah normal atau tidak normal, karena tidak ada bentuk yang disebut ideal.

Para peneliti dari Lucern Cantonal Hospital di Swiss mengukur bagian dalam dan luar labia, klitoris, bukaan vagina dan perineum dari 650 wanita berusia 15-84 tahun.

Mereka kemudian menemukan banyak variasi dalam setiap pengukuran yang menunjukkan berbagai "rata-rata" ukuran yang seringkali salah dipahami oleh kebanyakan wanita.

Panjang labia luar bervariasi, dari 12-180mm. Sementara, labia dalam panjangnya 5-100mm.

Sedangkan lebar klitoris berkisar 1-22mm dan panjang klitoris berkisar 0,5-34mm.

Hasil tersebut menunjukkan adanya indikator kesehatan keseluruhan kewanitaan dan vulva yang berbeda-beda

Jadi, tidak ada yang disebut "vulva ideal" atau "vagina ideal". Sehingga setiap wanita seharusnya sudah tak lagi mengkhawatirkan bentuk kewanitaan mereka ideal atau tidak.

Di lain sisi, semakin banyak wanita melakukan labiaplasty atau operasi memotong kelebihan kulit vulva, untuk memiliki bentuk kewanitan yang dianggap ideal. Padahal, temuan tersebut berbanding terbalik.

Sehingga kewanitaan tidak perlu dipandang lagi dari sudut pandang ideal. Kenyataannya, tidak ada definisi yang sempit dan satu-satunya soal vulva yang ideal.




Close Ads X