Ruang Kantor Tak Bersekat Justru Kurangi Interaksi Karyawan - Kompas.com

Ruang Kantor Tak Bersekat Justru Kurangi Interaksi Karyawan

Kompas.com - 12/07/2018, 08:38 WIB
IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi

KOMPAS.com - Konsep kantor terbuka, dengan meja tanpa sekat mungkin akan menghilangkan dinding, namun tidak dengan situasi yang dingin.

Arsitektur kantor modern seperti itu—biasanya disukai oleh perusahaan startup atau teknologi — seharusnya membuat karyawan lebih mudah berinteraksi dan kolaborasi karena tak lagi dibatasi sekat. 

Namun, menurut studi yang dipublikan Universitas Harvard bulan ini, desain tersebut justru membuat kondisi kebalikannya.

Para karyawan cenderung tidak bekerja sama dan memilih komunikasi lewat e-mail atau aplikasi pesan singkat. 

Para peneliti—Ethan Bernstein dan Stephen Turban—meneliti dua perusahaan yang bertransisi ke ruang kantor modern, dan menemukan desain terbaru tersebut menurunkan interaksi tatap muka hingga 70 persen. Komunikasi elekronik justru naik.

“Kantor semacam ini justru mengurangi, ketimbang meningkatkan produktivitas interaksi,” tulis peneliti. 

Penyebabnya sederhana. Para karyawan di kantor terbuka merasa terlalu terekspose dan rentan, sehingga mereka memastikan untuk terlihat sedang bekerja dengan menatap layar dan menghindari kontak mata. 

“Orang-orang memasang headphone untuk menghindari distraksi. Mereka menatap layar karena mereka tahu orang-orang melihat dan ingin terlihat sibuk,” ujar Bernstein kepada The UK Times.

Tak sampai situ saja, orang yang melihat temannya dari sisi sebelah merasa tidak enak mengganggu karena berpikir tengah serius bekerja, sehingga memutuskan untuk mengirim pesan e-mail atau lainnya. 

Baca juga: Jika Tak Ingin Jadi Bahan Gosip di Kantor, Perhatikan 5 Poin Ini

Ada dua percobaan dilakukan di dua perusahaan dalam penelitian ini. Satu perusahaan yang bertransisi menjadi tak bersekat, dan satu lagi perusahaan yang memang sudah menerapkan meja tak berdinding sejak awal.

Untuk mendukung studi ini, peneliti memantau aktivitas para karyawan dengan memasang alat pelacak berteknologi selama 15 hari sebelum dan setelah. 

Pada kantor pertama, saat masih berdinding, para pekerja menghabiskan rata-rata 5,8 jam interaksi tatap muka dalam sehari, namun setelah sekat dicabut, interaksi tatap muka mereka justru menurun menjadi rata-rata 1,7 jam. 

Bahkan mereka juga mengirim email 56 persen dan pesan singkat 67 persen lebih banyak. 

Sementara untuk perusahaan kedua yang sejak awal tanpa sekat, sekali pun para karyawan duduk berdekatan, terjadi peneurun interaksi tatap muka hingga 67 persen dan mereka disebut lebih banyak mengirim email.



Close Ads X