Kompas.com - 17/07/2018, 16:25 WIB
Kompas TV Pemasukan negara dari sektor pariwisata terancam berkurang setelah muncul kasus konsumsi daging anjing di Bali.

Adapun, risiko yang terkandung di balik konsumsi daging anjing tidak hanya mengancam mereka yang mengonsumsinya, tetapi juga mereka yang mematikannya.

Bagi konsumen, risiko keamanan pangan daging anjing tergantung pada proses mematikan dan memasaknya atau faktor higienitas dan sanitasinya.

“Namun yang perlu dipahami pada umumnya anjing-anjing tersebut tidak diketahui riwayat kesehatannya, sehingga ada peluang anjing yang sakit dan akan menulari anjing lain atau manusia yang kontak dengan hewan tersebut,” kata Widagdo.

Beberapa penyakit yang ditularkan melalui anjing kepada manusia adalah rabies, penyakit kulit ringworm, dan kecacingan.

Baca juga: Restoran di Korsel Diminta Tak Sajikan Daging Anjing selama Olimpiade

Dari ketiganya, rabies merupakan salah satu yang patut diwaspadai. Penularan penyakit ini dapat melalui gigitan langsung anjing yang menderita rabies terhadap manusia.

Sementara, pada daging anjing yang melalui proses pemasakan, virus rabies dapat mati melalui pemanasan yang terjadi.

Selanjutnya, ada pula risiko yang mengancam orang yang bertugas mematikan anjing.

Jika anjing menderita rabies, maka petugas tersebut berpeluang ikut terinfeksi rabies melalui air liur anjing tersebut.

Anjing yang terinfeksi rabies dapat menularkan virusnya pada binatang lain yang berada di sekitar tempat penampungan anjing tersebut sehingga peluang penyebaran virus rabies terhadap manusia maupun hewan sehat lainnya lebih besar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.