Berburu Cinta di Aplikasi Kencan Online, Perhatikan 8 Tips Aman Ini!

Kompas.com - 04/08/2018, 12:00 WIB
Ilustrasi ThinkstockIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com – Berbagai aplikasi kencan online bisa ditemukan di dunia maya. Mereka yang menjajal aplikasi ini punya beragam tujuan. Ada yang iseng, ada pula yang serius mencari cinta dengan cara yang berbeda. 

Tidak ada yang salah dengan bermain aplikasi kencan online. Namun, interaksi di dunia maya seharusnya didasari pemahaman bahwa ada batasan-batasan yang harus dijadikan pegangan sehingga terhindar dari risiko kejahatan siber.

Koordinator Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japeledi) Novi Kurnia mengatakan, kemampuan literasi digital yang memadai harus dimiliki oleh mereka yang ingin "masuk" dalam aplikasi kencan online ini.

“Idealnya, setiap orang yang berinteraksi dengan orang lain melalui media digital sebaiknya mempunyai kemampuan literasi digital yang memadai. Demikian pula ketika orang menggunakan aplikasi kencan online,” kata Novi.

Kemampuan literasi dibutuhkan untuk meminimalisasi kemungkinan kejahatan digital yang timbul akibat penyalahgunaan informasi pribadi yang dibagikan oleh pengguna di akun kencan online miliknya.

Nah, 8 tips aman ini bisa Anda jadikan pegangan dalam berinteraksi di aplikasi kencan online:

1. Sadar tujuan

Pengguna memahami tujuan penggunaan aplikasi ini adalah untuk menjalin hubungan cinta dan atau fisik dengan pengguna lain.

Tidak jarang, hubungan yang dibangun secara virtual melalui aplikasi juga dapat berlanjut hingga ke dunia nyata, sehingga banyak yang menyebut aplikasi ini sebagai aplikasi jodoh online.

2. Usia dewasa

Mereka yang berinteraksi di aplikasi semacam ini sebaiknya yang sudah berusia dewasa, minimal 18 tahun. Atau, sesuai dengan batasan usia yang ditentukan masing-masing aplikasi.

Pada usia ini, secara psikologis pengguna dianggap sudah matang dan memahami kebutuhannya dalam menjalin perkenalan secara virtual.

3. Baca syarat dan ketentuan

Pengguna harus membaca setiap detil syarat dan ketentuan yang diberlakukan pada aplikasi yang mereka ikuti.

Dengan membaca semua informasi tersebut, diharapkan pengguna memahami kebijakan pengelolaan data pribadi yang dimasukkan ke aplikasi.

Dengan demikian, pengguna dapat menentukan informasi apa saja yang aman untuk dicantumkan dalam profilnya.

4. Pilih aplikasi yang sesuai

Ada berbagai aplikasi kencan online yang tersedia, mulai dari yang bersifat umum hingga khusus misalnya berdasarkan agama, dan sebagainya.

Pengguna sebaiknya menggunakan satu aplikasi yang dianggap paling sesuai dengan kebutuhan dan harapan menggunakan aplikasi kencan online.

Untuk menentukan sesuai atau tidak, Anda sebaiknya membaca satu persatu ketentuan aplikasi yang ada.

Membaca penilaian orang lain terhadap aplikasi tersebut juga dapat membantu Anda mengambil keputusan.

5. Batasi Pencantuman Data Pribadi

Jangan terlalu detil mencantumkan data pribadi dalam aplikasi online. Batasi hanya sekadar pada identitas umum.

Jangan cantumkan nama sesuai identitas atau nama akun media sosial karena akan memudahkan orang lain melacak kamu lebih dalam.

Kamu bisa mencantumkan nama kecil yang merupakan nama panggilan, sejauh itu benar dan tidak mengada-ada atau nama palsu.

Jangan sertakan tanggal lahir, alamat rumah dan tempat bekerja, maupun nama orangtua, khususnya ibu.

Tanggal lahir dan nama ibu biasanya menjadi kata kunci untuk berbagai layanan perbankan, dikhawatirkan akan terjadi kejahahatann dengan memanfaatkan identitas yang kamu bagikan.

6. Topik percakapan

Untuk komunikasi yang terbilang baru, batasi topik percakapan pada bahasan umum, misalnya tentang hobi, cara mengisi waktu luang, dan sebagainya.

Hindari obrolan dengan topik yang bersifat privat, misalnya sakit yang diderita, harta pribadi, keluarga, dan sebagainya.

Hal itu perlu dilakukan untuk menjaga keamanan berhubungan dengan orang baru yang belum pasti dapat kita percaya atau tidak.

7. Etika berkomunikasi

Gunakan bahasa percakapan yang sopan dan beretika. Jangan menggunakan bahasa atau gaya bertutur yang memungkinkan terjadi hal-hal di luar keinginan.

Misalnya, berkata kasar, genit, dan sebagainya. Berkomunikasi dengan cara yang wajar dan umum merupakan langkah antisipasi terhadap kejahatan ‘predator seks’ yang juga kerap menggunakan aplikasi sejenis.

8. "Kopi darat" di tempat umum

Untuk melakukan "kopi darat" alias bertemu langsung pertama kalinya, pilihlah lokasi pertemuan di tempat umum, jangan di ruang pribadi.

Selain itu, mengajak teman, atau saudara juga disarankan jika belum yakin untuk bertemu seorang diri.

Terakhir, lakukan pertemuan pada waktu di mana masih banyak orang beraktivitas. Misalnya, batasi paling malam adalah pukul 21.00.

KOMPAS.com/AKBAR BHAYU TAMTOMO Cara Jitu Atasi Putus Cinta Menurut Sains

Kompas TV Panorama Pantai Utara Madura begitu memanjakan mata.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X