Kompas.com - 13/08/2018, 16:31 WIB

KOMPAS.com - Mengomentari bentuk fisik dan penampilan seseorang, alias body shaming, kini semakin sering ditemui di media sosial.

Para pesohor merupakan kelompok yang paling sering mendapat body shaming, tak terkecuali atlet tenis dunia Serena Williams.

Komentar bernada seksisme, rasisme dan kritik lain yang mengarah pada bentuk tubuhnya.

Situasi tersebut bahkan pernah dituliskannya pada esai di laman Reddit 2017 lalu.

"Orang terus menerus mengatakan tubuhku terlalu berotot atau tidak cukup cantik untuk menjadi seorang petenis," kata dia.

Namun, komentar-komentar tersebut tak menyurutkan kepercayaan dirinya.

Situasi tersebut justru memacunya untuk menunjukkan kecantikan alaminya dan terus melakukan advokasi.

Bahkan kini ia turut mengelola situs Billie, label untuk meningkatkan kepedulian dan melawan ketidakadilan terhadap tubuh wanita.

Pada awal Juni, kampanye "Project Body Hair" yang digaungkan Billie bahkan menjadi viral dan mendobrak tabu tentang kecantikan tradisional, dengan menunjukkan rambut di tubuh.

Serena cenderung mengabaikan body shaming yang ditujukan kepadanya dan fokus membangun diri.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber ELLE
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.