Agar Tak Krisis Pede karena Penampilan Fisik Influencer di Instagram

Kompas.com - 29/09/2018, 11:18 WIB
Ilustrasi group selfie bersama teman ThinkstockIlustrasi group selfie bersama teman

KOMPAS.com - Influencer atau sering disebut juga selebriti media sosial adalah fenomena baru di dunia digital. Secara visual, influencer di dunia fashion dan kecantikan ini memang sedap dipandang mata.

Penampilan mereka seolah tanpa cela. Sehari-hari mereka juga menjalankan kehidupan yang terlihat sempurna.

Karena para warganet, termasuk kita, menghabiskan banyak waktu untuk melihat linimasa media sosial, maka kita juga akan lebih sering melihat foto atau video para influencer itu. 

Sayangnya, kebiasaan itu bisa berdampak negatif bagi kepercayaan diri kita. Kita akan cenderung membandingkan kehidupan kita, termasuk tampilan fisik, dengan si influencer idola kita itu.

Agar rasa pede kita tak makin jatuh, tanamkan dalam diri bahwa di balik foto sempurna di media sosial, sesungguhnya ada banyak fakta yang mungkin tak sempurna yang disembunyikan.

Menurut studi yang dipublikasikan di jurnal Body Image, perempuan yang percaya foto Instagram orang lain telah diedit supaya lebih menarik cenderung menolak gagasan soal badan langsing itu lebih baik.

Baca juga: Pesona Palsu Foto Selfie yang Diedit di Media Sosial

Studi yang dilakukan oleh peneliti Ohio State University ini melibatkan 360 siswa perempuan, di mana setiap partisipan diminta melihat foto-foto para model di Instagram yang mengenakan bikini dan pakaian minim lain.

Setengah partisipan diminta melihat foto Instagram sebelum dan setelah proses editing, setengah partisipan lain hanya melihat foto yang sudah di-edit.

Setelah melihat foto-foto itu, masing-masing partisipan dimintai tanggapan apakah setuju dengan pernyataan, “Perempuan kurus lebih menarik daripada perempuan lain.” 

Hasilnya, partisipan perempuan yang diberitahu tentang adanya editing foto tidak terlalu setuju dengan pendapat di atas.

Penulis studi Megan Vendemia berharap penelitian ini akan meningkatkan kepercayaan diri perempuan saat berselancar di media sosial.

“Harapannya, para perempuan melihat foto yang diedit tidaklah autentik, dan dapat mengurangi efek negatif dari foto-foto tersebut,” kata Vendemia.

“Mereka tahu, gambar daring mungkin tidak mencerminkan realitas di dunia nyata.”

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Sumber nypost.com
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X