Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 02/10/2018, 16:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Hampir semua daerah di Indonesia memiliki batik. Dengan perkembangan batik yang cukup pesat, maka tak aneh jika kita sering melihatnya digunakan sebagai pakaian sehari-hari.

Meski batik sudah sering dipakai sebagai pakaian sehari-hari, tak semua orang memahami arti di balik motif batik yang dikenakannya.

Padahal, hal itu seharusnya menjadi hal pertama yang dilakukan ketika seseorang mengenakan batik.

"Harus mengerti dulu motifnya. Kita itu sekarang kebiasaan melihat visualnya saja. Tapi enggak pernah mengerti tentang batik itu apa dan artinya apa."

Hal itu diungkapkan Creative Director Iwan Tirta Private Collection, Era Soekamto ketika ditemui di Plaza Indonesia, Jakarta, Selasa (2/10/2018).

Tanpa memahami motif batik yang dikenakan, tak jarang orang yang menggunakannya di tempat dan waktu yang salah.

Aktris Ariel Tatum menggunakan salah satu busana Bateeq.Instagram @bateeqshop Aktris Ariel Tatum menggunakan salah satu busana Bateeq.
Era mencontohkan penggunaan batik motif parang ketika acara keraton.

Motif parang menjadi salah satu motif larangan di lingkungan keraton karena merupakan pakaian raja. Sehingga batik motif tersebut hanya boleh dikenakan oleh raja.

Hal itu tak lantas membuat batik motif parang bisa digunakan dimana saja ketika kita tak berada di lingkungan keraton.

Baca juga: Dari Doa, Semangat, hingga Cinta, Ini 8 Makna Batik Khas Solo-Yogya...

Menurut Era, batik motif parang juga sebaiknya tidak dikenakan ketika menghadiri acara pernikahan.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.