BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan 76 Rider

Dengan Olahraga Ekstrem, Stres Hilang, Masa Depan Cerah

Kompas.com - 06/11/2018, 11:51 WIB
Ilustrasi olahraga ekstrem SHUTTER STOCKIlustrasi olahraga ekstrem
|
Editor Latief

KOMPAS.com - Hasil riset University of Maryland Endocrinology Health Guide menyatakan, berolahraga ekstrem dapat mengurangi stres para pelakunya.

Itu terjadi lantaran saat melakukan aktivitas tersebut rangsangan terhadap kelenjar adrenal melepaskan sejumlah hormon, termasuk adrenalin.

Dampaknya denyut dan kekuatan kontraksi jantung meningkat, aliran darah ke otot dan otak juga semakin cepat, otot jadi rileks dan membantu konversi glikogen menjadi glukosa di hati.

Mendapatkan sensasi seperti itu, pelaku olahraga ekstrem pun jadi lebih semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari, stres juga hilang.

Masih dari riset yang sama mengatakan, dorongan adrenalin tersebut bagi penyuka olahraga ekstrem, adalah perasaan memabukkan yang tidak didapat pada aktivitas lainnya.

Tak cuma berhasil mengusir stres, menekuni olahraga ekstrem juga bisa menjanjikan secara finansial. Contohnya adalah pebalap sepeda downhill Indonesia Khoiful Mukhib, yang meraih medali emas di Asian Games.

Karena pencapaiannya itu pemerintah memberikan Mukhib bonus senilai Rp 1,5 miliar, sebuah rumah, serta menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Selain Mukhib, Indonesia meraih pula 1 emas dan 1 perunggu dari nomor sepeda downhill puteri di cabang olahraga ekstrem ini.

Baca jugaMeski Nyawa Terancam, Ini Alasan Pebalap Geluti "Freestyle Motocross"

Sama dengan Mukhib, mereka juga mendapat bonus dari pemerintah. Besarnya mencapai Rp 500 juta bagi peraih perak dan Rp 250 juta untuk perunggu.

Khoiful Mukhib pada kompetisi 76 Indonesian Downhill (76 IDH) DOK 76 Rider Khoiful Mukhib pada kompetisi 76 Indonesian Downhill (76 IDH)
Torehan prestasi dan guyuran bonus yang ketiga pebalap sepeda downhill Indonesia terima di Asian Games membuktikan bahwa menekuni olahraga ekstrem benar-benar sudah menjadi profesi menjanjikan.

Di Indonesia jalan untuk bisa seperti ketiga pebalap itu malah terbuka lebar. Pasalnya, ada banyak komunitas balap ekstrem yang bisa menjadi wadah untuk menekuninya.

Salah satunya adalah 76 Rider. Komunitas tersebut adalah kumpulan rider-rider terbaik di Indonesia yang bukan hanya bernyali, melainkan juga punya prestasi di bidang masing-masing.

Hebatnya lagi komunitas ini mempunyai kejuaraan olahraga ekstrem reguler yang diadakan setiap tahun. Di antaranya adalah kejuaraan balap sepeda downhill yang terdiri dari 76 Indonesian Downhill (76 IDH) dan 76 Indonesian Downhill Urban (versi ringan dari 76 IDH yang menyusuri jalur perdesaan).

Kemudian, kejuaraan balap berbasis motor trail atau motocross yang terdiri dari dua kategori balap, yakni Trail Game Dirt (TGD) dan Trail Game Asphalt (TGA). Letak perbedaan dua kategori ini ada pada penggunan trek. TGD dengan trek balap tanah, sementara TGA menggunakan kombinasi trek tanah serta aspal.

Baca jugaBukan Uang, Ini Alasan Utama Pebalap Terjun ke Freestyle Motocross

Animo peserta tinggi

Meski keempat kejuaraan tersebut punya risiko yang tinggi bukan berarti minim peserta yang daftar. Justru sebaliknya, banyak peserta yang belum punya pengalaman balapan resmi malah ikut mendaftar.

Rata-rata dari mereka kebanyakan berasal dari komunitas balap yang ada di daerahnya masing-masing. Lalu berapa nominal peserta yang ikut balapan?

Seperti dimuat Kompas.com, Kamis (13/10/2018) peserta TGA bisa mencapai 50-100 pebalap. Dari situ jumlah peserta yang mengikuti kelas profesional sebanyak 20 pebalap, sementara untuk kelas komunitas lokal jumlahnya lebih dari itu.

Ketiga pebalap supermoto sedang memasuki tikungan pada balapan Trail Game Asphalt di Sirkuit Mijen Semarang, April 2018Dok. 76 Rider Ketiga pebalap supermoto sedang memasuki tikungan pada balapan Trail Game Asphalt di Sirkuit Mijen Semarang, April 2018
Adapun untuk jumlah peserta balap sepeda downhill tercatat lebih besar dari TGA dan TGD, yakni sekitar 200-an pebalap.

Manager 76 Rider Downhill Team, Rudy Purnomo mengatakan, tingginya animo masyarakat untuk mengikuti kejuaraan 76 IDH terlihat dari wajah-wajah baru yang muncul setiap kali seri 76 IDH digelar.

Nah, bagaimana, tertarik menggeluti olahraga ekstrem sebagai profesi seperti Khoiful Mukhib yang menjadi pebalap sepeda downhill atau malah ingin terjun jadi pebalap motocross?

Selamat mencoba!


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya