Inspirasi AC/DC Menurun ke Meja Bartender…

Kompas.com - 04/12/2018, 18:50 WIB
Ilustrasi bir hitamKOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYA Ilustrasi bir hitam

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Bergabungnya Brian Johnson membawa grup band AC/DC melejit dengan sukses menjual 42.000 kopi album saat itu, Back in Black (1980).

Brian yang menggantikan Bon Scott sebagai lead singer memberikan kesan dan karakteristik untuk AC/DC hingga kini.

Apa yang dialami grup musik bergenre rock asal Australia itu merupakan inspirasi dari Bali Hai merilis varian terbaru, Panther Black. 

Ini adalah bir hitam dengan sejumlah inovasi.

Brand bir lokal itu sekaligus ingin mendobrak kesan yang acap kali muncul soal bir hitam (black beer)— sebagai ‘minuman mas-mas’.

Bir hitam, disebut punya cita rasa sendiri, yang justru bisa menjadi menjadi opsi, selain bir putih.

Baca juga: Wisata Sejarah di Bekas Pabrik Bir Heineken

Marketing Manager Bali Hai Berwery Indonesia, Erwin Ruffin mengungkapkan, bir hitam garapannya memiliki karakteristik berbeda.

Produk ini, diracik dengan menggunakan empat jenis maIt.

Racikan ini merupakan produk pertama yang dilakukan brand lokal untuk bir hitam.

Empat malt terbaik kelas A tersebut didatangkan dari Eropa, yakni Chateau Chocolate, Crystal, Munich, dan Pilsen Malt.

Masing-masing membawa karaktertisik rasa sendiri, seperti Chateau Chocolate malt yang memberikan warna gelap, sekaligus membawa cita rasa cokelat dan nuts.

Kemudian, ada Crystal malt memberikan caramel tone.

Halaman:



Close Ads X