Patut Ditiru, Tren "Trash Challenge" Merebak dan Viral di Media Sosial

Kompas.com - 12/03/2019, 12:43 WIB
Salah satu hasil tantangan Trash Challange di media sosial yang dilakukan oleh masyarakat.Twitter Salah satu hasil tantangan Trash Challange di media sosial yang dilakukan oleh masyarakat.

KOMPAS.com – Media sosial selalu diramaikan dengan berbagai jenis tantangan atau challenge kurang bermakna dan cenderung membahayakan keselamatan. Namun, tidak demikian dengan tantangan viral yang satu ini: trash challenge.

Trash challenge mengajak siapa pun untuk berani bertindak mencintai bumi dengan memungut sampah-sampah kecil di sekitarnya.

Banyak orang dari berbagai belahan dunia pun turut serta dalam tantangan viral ini. Mereka pun mendokumentasikan aksi pungut sampah yang dilakukan dan mengunggahnya ke media sosial, baik Twitter, Instagram, atau yang lainnya.

Tantangan bisa dilakukan di mana pun, pantai, hutan, tepi jalan raya, dan sebagainya.

Banyak dari pelaku tantangan menjajarkan dua foto lokasi yang sama, sebelum dan sesudah tantangan dilakukan.

Baca juga: Vans Challenge, Tantangan Melempar Sneakers yang Jadi Viral

Salah satunya diunggah oleh akun Twitter @oREGONjobs2. Deretan kantong sampah dijajarkan sebagai hasil dari aksi bersih-bersih yang dilakukan.

Dinilai baik, banyak pihak yang mengharapkan tren ini akan berlangsung selamanya, tidak hanya saat musim dan ramai dipebincangkan seperti saat ini.

"Sebuah tantangan media sosial yang patut untuk didukung," tulis akun @pizzadia.

Tantangan ini muncul ketika masyarakat dunia perlahan mulai memahami arti penting kelestarian lingkungan.

Di media sosial, tantangan ini banyak menggunakan tagar Trash Challenge atau Trash Tag Challenge. 

Semakin banyak orang yang menyadari bahaya sampah, hingga mengubah gaya hidupnya menggunakan barang-barang yang bersifat tidak sekali pakai, seperti sedotan stainless steel.




Close Ads X