Tips Mengontrol Makan di Acara Bukber

Kompas.com - 14/05/2019, 16:13 WIB
Nasi kambing khas Turki, bakal menggugah selera pelanggan dalam berbuka puasa pada bulan Ramadhan mendatang di Hotel Pullman Jakarta, Kamis (25/4/2019). Di bawah tajuk the Jewel of Ramadan, Pullman menyiapkan program hidangan berbuka puasa bagi pelanggannya, mulai 5-29 Mei 2019.KOMPAS.com/GLORI K WADRIANTO Nasi kambing khas Turki, bakal menggugah selera pelanggan dalam berbuka puasa pada bulan Ramadhan mendatang di Hotel Pullman Jakarta, Kamis (25/4/2019). Di bawah tajuk the Jewel of Ramadan, Pullman menyiapkan program hidangan berbuka puasa bagi pelanggannya, mulai 5-29 Mei 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Undangan acara buka puasa bersama alias bukber memang jadi cara yang efektif untuk menjalin silaturahmi. Ajang makan enak ini bisa dilakukan beberapa kali selama bulan Ramadan.

Jika tidak bisa menahan diri, selama bukber porsi makan tak terkontrol. Apalagi jika buka bersama yang dilakukan berkonsep buffet.

Nah, jika kamu punya banyak undangan buka bersama, simak tips dari Head of Nutrifood Research Centre, Astri Kurniati berikut agar makanmu tetap terkontrol.

1. Pilih menu tinggi serat

Buah-buahan bisa menjadi pilihan baik untuk mengawali buka puasa. Sebab, selain mengandung serat, buah juga merupakan karbohidrat sederhana yang dibutuhkan tubuh untuk mengembalikan energi secara cepat.

"Buah adalah contoh yang lebih bagus. Karena dia tidak sekadar memberi energi," kata Astri dalam sebuah sesi berbincang di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/5/2019).

Tak hanya buah, sejumlah sayuran juga mengandung serat tinggi. Kamu bisa memilih menu makanan tinggi sayur, misalnya gado-gado atau salad.

Baca juga: Pola Makan Tak Sehat Saat Puasa Bikin Kurang Gizi

2. Hindari gorengan dan makanan berlemak

Hal ini mungkin cukup sulit karena seringkali makanan yang tersedia saat berbuka puasa di luar adalah makanan yang digoreng.

Hindari makanan yang digoreng dengan teknik deep frying. Jika memungkinkan, pilihlah makanan yang dikukus atau digoreng dengan teknik pan frying atau memakai minyak sedikit.

Selain gorengan, makanan bersantan juga sebaiknya dihindari. Astri menjelaskan, lemak adalah makronutrien yang paling susah dicerna dan bertahan cukup lama di lambung.

"Setelah seharian tidak makan, itu akan lebih berat kerjanya untuk lambung. Jadi sebisa mungkin hindari gorengan dan makanan berlemak," tuturnya.

3. Batasi minuman tinggi gula

Berbuka dengan yang manis bukan berarti kita mengonsumsi minuman yang tinggi gula setiap hari. Kadar gulanya yang tinggi bisa membuat hormon insulin terus dikeluarkan pankreas. Dalam jangka panjang bisa memicu diabetes.

Selain itu, menghilangkan rasa haus dengan minuman tinggi gula justru akan membuat kita lebih cepat haus.

"Efek manisnya membawa ingin minum lagi, itu sensasi yang ditinggalkan oleh gula," katanya.

Saat buka puasa, disarankan untuk segera mengkonsumsi air putih untuk menghindari dehidrasi. Bisa pula ditambah dengan buah-buahan karena buah selain menyegarkan juga mengandung tinggi serat, vitamin dan mineral.

"Kita harus ganti semua kekurangan cairan dengan air putih dan perbanyak buah," kata Astri.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X