Tak Selamanya Negatif, Gosip Juga Bermanfaat, Percaya?

Kompas.com - 15/05/2019, 10:00 WIB
Ilustrasi SHUTTERSTOCK Ilustrasi

KOMPAS.com - Bergosip, atau membicarakan orang lain memang tergolong kegiatan negatif. Kendati demikian, hampir setiap orang pasti pernah bergosip.

Riset juga menemukan rata-rata manusia dalam sehari menghabiskan 52 menit untuk membicarakan seseorang yang tidak ada di dekatnya.

Terlepas dari asumsi gosip hanyalah sekadar omong kosong, penelitian juga menemukan tak selamanya gosip bersifat negatif.

Bahkan, periset mengklaim bergosip juga bermanfaat karena dapat menguatkan ikatan sosial dengan orang lain.

Riset telah diterbitkan dalam the journal Social Psychological and Personality Science dan dilakukan oleh peneliti dari University of California.

Baca juga: Gisel Tanggapi Gosip Kedekatan Gading Marten dengan Citra Juvita

"Kami menemukan sebagian besar gosip adalah netral," kata Megan Robbins, pemimpin riset dan psikolog di University of California.

Dalam riset ini, peneliti menganalisis rekaman percakapan dari orang-orang yang telah setuju untuk memakai alat perekam portabel selama 2-5 hari.

File suara diberi kode valensi (positif, negatif atau netral), subjek (kenalan dan selebritas) dan topik (informasi sosial, penampilan fisik dan prestasi).

Setiap peserta juga diminta mengisi kuesioner kepribadian.

Dari hasil analisis data terungkap, secara keseluruhan topik percakapan dalam gosip cenderung netral.

Periset juga menemukan wanita lebih banyak bergosip daripada pria.

Namun, dalam para wanita lebih banyak berbagi informasi positif tentang orang yang mereka bicarakan saat bergosip.

Halaman:



Close Ads X