Pentingnya Calon Pengantin Diskusi Perencanaan Kehamilan

Kompas.com - 18/08/2019, 18:16 WIB
Nikah massal Kondangan Pasti Sah dari DKT Indonesia, Palembang, Sumatera Selatan (17/8/2019). KOMPAS.com/KAHFI DIRGA CAHYANikah massal Kondangan Pasti Sah dari DKT Indonesia, Palembang, Sumatera Selatan (17/8/2019).

KOMPAS.com - Seperti halnya pesta pernikahan yang butuh persiapan panjang, kehidupan setelah menikah seharusnya juga dipersiapkan secara matang. Termasuk soal kapan ingin memiliki anak dan jumlahnya.

Sayangnya, diskusi tentang rencana membangun keluarga itu sering luput dari persiapan pasangan yang akan menikah. Padahal, bisa saja ada rencana-rencana yang masih ingin diwujudkan sebelum memiliki anak.

Menurut Dr Sandy Prasetyo Sp.OG dari RSIA Brawijaya Antasari, perencanaan kehamilan perlu dibicarakan oleh setiap pasangan yang berencana untuk menikah karena memiliki beberapa manfaat.

Pertama, perencanaan bermanfaat untuk menghindari jarak kehamilan yang terlalu muda, tua ataupun jarak antara kehamilan yang dekat.

Sebab, ketiga kondisi kehamilan ini dapat meningkatkan beragam risiko gangguan kesehatan reproduksi yang merugikan perempuan.

"Risikonya misalnya pre-eklampsia atau tekanan darah tinggi dalam kehamilan yang sangat berbahaya, risiko persalinan prematur, serta persalinan melalui bedah caesar," kata Sandy saat acara Kondangan Pasti Sah di Palembang, Sabtu (17/8/2019).

Kehamilan yang dipersiapkan dan diatur jaraknya juga akan mencegah terjadinya gangguan fisik dan psikologis.

Selain itu, merencanakan kehamilan adalah meningkatkan kualitas diri dan mewujudkan mimpi untuk menjadi keluarga yang harmonis.

Edukasi mengenai pentingnya perencanaan keluarga itu diberikan kepada calon pengantin dalam program bertajuk "Kondangan Pasti Sah" oleh DKT Indonesia melalui merk Sutra di Palembang, Sumatera Selatan.

Salah satu pasangan Egi Puspita Rani (21) mengungkapkan, setelah mendapatkan edukasi soal perencanaan kehamilan, ia memiliki rencana ke depan.

"Ingin memiliki anak itu sudah pasti, tapi saya punya rencana ke depan, seperti mau dua anak saja, dan memakai kontrasepsi demi menjaga jarak kehamilan (untuk anak ke-2) dan mencari rezeki untuk anak sekolah," ujar Egi.

Sementara itu, Brand Manager Sutra Daniel Tirta mengungkapkan, pernikahan bukanlah akhir bahagia dari sebuah hubungan, melainkan awal dari perjuangan membina hubungan.

"Melalui Kondangan Pasti Sah, kami berharap dapat menginspirasi pasangan muda di Indonesia yang ingin dan berencana menikah untuk lebih terbuka lagi mengedukasi diri akan hal yang berkaitan dengan Keluarga Berencana serta kesehatan reproduksi sehingga dapat tercapai rumah tangga yang harmonis dan juga saling memahami," kata Daniel.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X