Kompas.com - 28/08/2019, 10:12 WIB

KOMPAS.com - Merek pakaian dalam milik penyanyi Rihanna, Savage X Fenty mendapat suntikan dana baru sebesar 50 juta dollar AS atau lebih dari Rp 700 miliar.

Dengan penambahan dana ini, -seperti diberitakan Wall Street Journal, maka total investasi di Savage X Fenty mencapai angka 70 juta dollar AS, atau nyaris menyentuh angka Rp 1 triliun.

Savage X Fenty adalah perusahaan patungan antara Rihanna dan Techstyle -kelompok ritel yang memiliki Fabletics dan ShoeDazzle milik Kate Hudson.

Baca juga: Saat Rihanna Suguhkan Manekin Bertubuh Curvy untuk Brand Fenty

Mereka memulai debut di bisnis pakaian dalam sejak Mei 2018, dan hanya dalam waktu satu tahun telah mampu untuk mencuri pangsa pasar dari merek-merek mapan, termasuk Victoria's Secret.

Dengan pertumbuhan angka penjualan yang disebut mendekati angka 150 juta dollar AS atau lebih dari Rp 2 triliun, dan terus berkembang, maka itu menjadi daya tarik tersendiri bagi investor.

Perusahaan modal ventura milik pesohor Jay-Z, Marcy Venture Partners LLC dan firma Avenir Growth Capital terlihat tak ragu untuk bergabung dengan Rihanna dalam bisnis ini.

Menggunakan sosok bernama besar dengan jumlah penggemar yang masif untuk memasarkan sebuah produk bukanlah hal baru dalam dunia bisnis.

Baca juga: Rihanna Abadikan Kegagalannya dalam Sebuah Tato

Manekin bertubuh curvy dibalur dengan rancangan terbaru Rihanna dalam label fesyennya Fenty.@TeamOfRihanna Manekin bertubuh curvy dibalur dengan rancangan terbaru Rihanna dalam label fesyennya Fenty.
"Tapi strategi ini terbukti masih sangat ampuh," kata Nicole Quinn, rekanan di Lightspeed Venture Partners, seperti diberitakan Selasa (27/8/2019).

Sebab, kata Quinn, menggunakan tokoh -seperti Rihanna, untuk mengajak penggemar menjadi pengguna produk, tentu terasa lebih mudah, daripada harus mencari pelanggan baru.

Buktinya, Savage X Fenty hanya merupakan salah satu dari sejumlah brand yang dinaungi oleh nama besar Rihanna.

Penyanyi 31 tahun ini sebelumnya telah meluncurkan Kendo, sebuah merek make up dari sebuah perusahaan inkubasi di bawah LVMH Moët Hennessy alias LVMH.

LVMH adalah perusahaan multinasional asal Perancis yang menyediakan barang-barang mewah.

Baca juga: Pangeran Charles Nobatkan Rihanna sebagai Ikon Gaya Global

Kerjasama Rihanna dan LVMH untuk brand Kendo dirilis pada September 2017.

Tak main-main, strategi ini mampu menghasilkan angka penjualan hingga 100 juta dollar AS, atau sekitar Rp 1,4 triliun dalam 40 hari pertama.

Bahkan tak hanya itu, saking larisnya penjualan produk Kendo pun harus dilakukan dengan menggunakan daftar tunggu selama berbulan-bulan.

Sejak itu, pemenang Grammy ini lalu meluncurkan koleksi busana bersama LVMH, dengan pakaian dan aksesori mewah yang dirilis dalam setiap beberapa minggu.

Baca juga: Rihanna Cetak Sejarah Tampil di Sampul Vogue British Edisi September

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.